Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bertransaksi melalui dunia maya telah menjadi pilihan favorit generasi kekinian. Setelah memilih barang yang diinginkan, sedikit bertanya mengenai cara transaksi dan alamat, para konsumen menunggu barang pesanan diantar.
Meski begitu, melalui transaksi dunia maya, barang yang dibeli tidak dapat nyata terlihat.
Cara ini melewati model transaksi lama, yang menerapkan tatap muka. Berjualan barang yang tidak terlihat juga menjadi perkara baru dalam dunia fikih Islam.
Tetapi, ustaz Ahmad Sarwat memiliki analogi yang memadai mengenai masalah ini. Dia menggambarkan proses transaksi di dunia maya sama halnya membeli buah di pasar.
" Apakah setiap kita membeli buah, misalnya durian atau mangga, harus semuanya dikupas dan dirasakan? Atau cukup sampel saja?" kata Ahmad di laman Rumah Fiqih Indonesia.
Ahmad mengatakan, mengetahui detail barang yang akan dibeli memang hak konsumen, tetapi bukan berarti setiap jual beli mensyaratkan semua barang harus dibuka satu persatu sebelumnya.
" Yang diharamkan adalah secara sengaja menyembunyikan cacat yang ada pada barang yang diperjual-belikan," ujar dia.
Menurut Ahmad, apabila penjual sudah menjamin barang yang rusak atau cacat dapat diganti, tentu saja konsumen tidak diwajibkan untuk membuka kemasan tiap barang.
" Adapun dalam jual beli jarak jauh termasuk yang online, memang agak sulit untuk menyediakan sampelnya. Tetapi biasanya, tetap ada jaminan bahwa bila barang yang diterima rusak atau cacat, penjual bersedia menggantinya," ucap dia.
" Selain itu justru banyak produk yang dijual secara online yang menyediakan daftar spesifikasi yang jauh lebih detail dan lengkap, ketimbang kita datang langsung ke counternya," ujar dia menjelaskan.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya