Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Samsung sekali lagi menjadi pemimpin pasar smartphone di seluruh dunia dengan mengapalkan 84,5 juta unit selama kuartal ketiga. Angka penjualan tersebut naik 6,1 persen dari tahun lalu.
Sementara iPhone terbaru mendorong penjualan Apple dengan pengiriman 48 juta unit ke seluruh dunia. Angka penjualan iPhone naik 22,2 persen dari 39.300.000 unit tahun lalu.
Seperti dikutip dari Gulf News, Rabu, 4 November 2015, Samsung tetap fokus pada handset premium dengan meluncurkan dua perangkat andalan baru mereka, yaitu Galaxy S6 Edge+ dan Galaxy Note 5.
Samsung mengalahkan Apple dengan meluncurkan seri Note terbaru dan S6 Edge+ pada Agustus. Samsung kini lebih kuat dengan melakukan pengiriman pada bulan September di saat iPhone baru belum dirilis.
" Di luar model flagship tersebut, handset di bawah US$ 200 menjadi pendorong mayoritas pengiriman ke pasar utama," kata Anthony Scarsella, manajer riset di perusahaan riset International Data Corporation (IDC).
Pada kuartal ketiga merupakan tekanan besar bagi pemasaran model flagship, karena banyak vendor yang berlomba mengeluarkan produk paling canggih dalam hal fitur dan desain.
Sementara itu, dua perangkat terbaru Apple berhasil menarik minat mereka yang menginginkan upgrade dan pengguna Android di pasar utama, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.
" iPhone 5S, 6 dan 6 lama laku keras selama kuartal karena ada potongan harga baru-baru ini di semua model. Apple baru saja meluncurkan rencana upgrade yang juga akan dilakukan di pasar negara maju di mana saturasi smartphone terus meningkat," kata Ryan Reith, direktur program di IDC.
Menurut laporan awal, vendor smartphone telah mengirimkan total 355.200.000 smartphone di seluruh dunia pada kuartal ketiga 2015, naik 6,8 persen dari 332.600.000 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Flagship terbaru dari dua raksasa tersebut memicu persaingan ketat dengan vendor-vendor yang lebih kecil.
" Meskipun begitu, kami masih mengharapkan volume dan pertumbuhan handset kelas rendah hingga menengah terus tumbuh, terutama di pasar negara berkembang," kata Scarsella.
Penjualan smartphone produsen asal Tiongkok Huawei naik 61 persen menjadi 26,5 juta. Sebagian besar disumbang oleh penjualan model kelas menengah ke atas.
Menurut Huawei, perangkat seperti Honor 6 Plus dan Ascend P8 membantu pertumbuhan penjualan smartphone kelas menengah ke atas ke kisaran 25 persen dari tahun lalu.
Meskipun pertumbuhan yang cepat di Tiongkok dan Eropa, Reith mengatakan bahwa Huawei perlu fokus pada pasar AS karena keberadaannya masih relatif rendah. Peluncuran terbaru dari perangkat premium Nexus 6P bisa menjadi sinyal bahwa Huawei akhirnya siap untuk serius bersaing di AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya