Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pimpinan Bertanggung Jawab Dengan Yang Diperbuat Terhadap Karyawannya.
Dream – Di dunia karier, seorang pemimpin punya tanggung jawab yang besar, misalnya menjaga bisnis perusahaan bisa berjalan dengan baik. Tak jarang dia akan “ memaksa” pegawainya untuk bekerja lebih keras.
Contohnya, seorang agen pemasaran, pelatih karier, penulis, dan pembicara, John Steimle. Pria yang diketahui menjadi pendiri dan CEO agensi marketing MWI dan Influencer Inc ini takut dipenjara karena telah berbuat zalim terhadap karyawan.
“ Saya mungkin bisa dicekal karena harus mengatakan hal ini. Tapi, saya rasa itu sangat penting,” kata Steimle, dilansir dari Mirror, Rabu 3 Januari 2018.
Kepada khalayak, dia mengaku telah mempekerjakan seorang karyawan selama 100 jam per minggu, tanpa uang lembur. Jika dihitung normal berdasarkan hari normal kerja, Steimle artinya menghabiskan 20 jam sehari untuk bekerja atau 14 jam per hari jika akhir pekan dipakai untuk bekerja
Tak hanya itu, pria yang tinggal di Shengzhen, Tiongkok, ini juga meminta karyawannya masuk saat hari libur dan hari besar keagamaan.
“ Hari libur? Saya hanya memberinya waktu libur seminggu selama bertahun-tahun. Saya juga membuatnya tak hadir ke resepsi pernikahan dan reuni keluarganya. Saya juga memaksanya masuk kerja saat sakit dan Natal serta membuatnya mengambil risiko gila,” kata dia di blog pribadinya.
Karyawan itu tak lain adalah dirinya sendiri.
Meskipun tulisannya diunggah oleh banyak orang, Steimle mengaku tidak bangga. Dia justru mengingatkan banyak orang untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.
“ Tulisan ini tidak keren tentang menjadi seseorang yang bodoh. Pengalaman ini saya bagikan tidak untuk dikagumi, melakinkan untuk dihindari,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya