Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.
Dream – Kecemasan investor terhadap masa depan ekonomi dunia pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS belum sirna. Investor mulai mengamankan asetnya ke sejumlah produk berisiko minimal.
Peralihan dana asing tersebut ikut menyeret kurs rupiah yang semakin terpuruk.
Data perdagangan Bloomberg, Jumat 11 November 2016 pada pukul 09.47 menunjukan kurs rupiah terhadap dollar AS sempat terkoreksi 2,7 persen ke level Rp13.495 per dolar AS. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak tahun 2011.
Dilansir Bloomberg, pelemahan nilai tukar ini diakibatkan oleh investor yang pergi ke pasar non deliverable forwards--sebutan untuk instrumen derivatif yang berupa kontrak perdagangan mata uang berjangka--untuk melakukan lindung nilai. Langkah ini menyebabkan kontrak turun signifikan.
Laju pelemahan rupiah juga terlihat dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
Kurs rupiah hari ini rata-rata diperdagangkan di level 13.350 per dollar AS, atau rontok 232 poin dari posisi sehari sebelumnya di level 13.118 per dollar AS.
Rupiah tercatat mulai bergerak melemah sejak pekan lalu, tepatnya Jumat (3/11/2016). Kala itu rupiah masih bertengger di level 13.050 per dollar AS. Di bulan ini tercatat rupiah sudah terpangkas 299 poin dibandingkan posisi akhir Oktober 2017 di level 13.051 per dollar AS.
Rontoknya kurs rupiah semakin terasa sejak Donald Trump dipastikan terpilih menjadi presiden AS pada 9 November 2016. Rupiah tercatat sudah terkoreksi 260 poin.
Kepala Departemen Pengembangan Pasar Uang Bank Indonesia (BI), Nanang Hendarsah, mengatakan BI berada di pasar untuk menstabilkan nilai tukar. Dia tidak melihat adanya banyak dana yang keluar dari pasar. Diprediksi pelemahan tersebut tidak berlangsung terlalu lama.
Rupiah memimpin pelemahan nilai tukar di Asia. Di kawasan Asia, nilai tukar won Korea merosot 1,4 persen, Thailand 0,6 persen, dan peso Filipina 0,5 persen.
Kini, nilai tukar rupiah terhadap dolar berada di level Rp13.486 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level terendah di angka Rp13.885 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya