Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat apresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar 7,13 persen pada Oktober 2015. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kedua Oktober 2015 yaitu Rp13.363,89 per dolar Amerika.
"Level tertinggi kurs tengah rupiah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai Rp13.164,00 per dolar Amerika pada minggu keempat Oktober 2015," tulis laporan BPS, Senin, 16 November 2015.
Sementara itu, rupiah juga terapresiasi 5,19 persen terhadap dolar Australia pada bulan lalu. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu keempat Oktober 2015 yang mencapai Rp9.718,19 per dolar Australia.
Level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai Rp9.600,00 per dolar Australia pada minggu keempat Oktober 2015.
Selain dua mata uang dollar itu, rupiah juga mencetak penguatan terhadap yen Jepang sebesar 7,72 persen Oktober ini. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu kedua Oktober 2015 yang mencapai Rp 111,60 per yen Jepang.
Terakhir, rupiah terapresiasi 8,85 persen terhadap euro pada Oktober 2015. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap mata uang negara-negara Uni Eropa ini terjadi pada minggu keempat Oktober 2015 yang mencapai Rp14.971,85 per euro.
"Level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai Rp14.075,62 per euro pada minggu keempat Oktober 2015," tutup laporan itu.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari