Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rupiah terdepresiasi 4,02 persen terhadap dolar Amerika sepanjang bulan September 2015. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika di 34 provinsi terjadi pada minggu kelima September 2015 yaitu Rp14.613,63 per dolar Amerika.
"Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp 14.705,00 per dolar Amerika pada minggu kelima September 2015," tulis laporan BPS, Kamis, 16 Oktober 2015.
Dari data BPS, rupiah juga terdepresiasi 2 persen terhadap dolar Australia pada September 2015. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia di 34 provinsi terjadi pada minggu kelima September 2015 yang mencapai Rp10.250,62 per dolar Australia.
Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang mencapai Rp10.406,00 per dolar Australia pada minggu ketiga September 2015.
Rupiah juga terdepresiasi 4,13 persen terhadap yen Jepang pada September 2015. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang di 34 provinsi terjadi pada minggu kelima September 2015 yang mencapai Rp121,44 per yen Jepang.
Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sumatera Utara yang mencapai Rp122,72 per yen Jepang pada minggu kelima September 2015.
Tidak hanya ketiga mata uang asing itu, pada bulan Setember lalu, Rupiah pun terdepresiasi 2,16 persen terhadap euro. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap euro di 34 provinsi terjadi pada minggu kelima September 2015 yang mencapai Rp16.426,31 per euro.
"Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang mencapai Rp16.524,75 per euro pada minggu kelima September 2015," tutup laporan itu. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?