JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa syariah syariah mempertahankan laju positifnya hingga sesi penutupan. Namun, penguatan ini sedikit lebih rendah dibandingkan sesi pembukannya.
Munculnya aksi jual asing serta jatuhnya emiten sektor perkebunan diduga melemahkan laju indeks syariah.
Pada sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,952 poin (0,67%) ke level 142,956.
Penguatan juga diukir indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Menguatnya harga saham dari 15 emiten unggulan syariah membuat JII ditutup menguat 6,508 poin (1,10%) ke level 599,484.
Meski tertekan jelang penutupan, aksi beli investor telah mendorong 91 emiten syariah ditutup menguat. Sisanya, sebanyak 88 emiten ISSI bergerak turun dan 56 lainnya bertahan stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,56 triliun dengan 56,36 miliar saham berpindahtangan.
Saham-saham unggulan syariah di jajaran top gainer diantaranya INTP yang naik Rp 475. Disusul ICBP Rp 450, INDF Rp 400, ASII Rp 275, dan LPPF Rp 175 per saham.
Sebaliknya, emiten JII yang selama ini menjadi motor penggerak justru dilanda aksi jual. Top losser JII dihuni oleh UNVR yang turun Rp 600, UNTR Rp 425, AALI Rp 200, JSMR dan SILO masing-masing Rp 100 per saham.
Meski ditutup menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak luput dari tekanan. IHSG naik 24,119 poin (0,54) ke level 4.507,195.
Lantai bursa sore ini menghimpun dana investor hingga Rp 5,4 triliun dan 67 miliar saham yang berpindahtangan.
Investor asing yang pagi tadi membukukan nett buy justru berbalik arah. Asing mencetak nett sell Rp 18,45 miliar. Namun aksi jual ini masih lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah berhasil menjaga momentum kenaikannya. Rupiah sore ini menguat 204 poin (1,50%) menjadi Rp 13.412 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
