4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Apple Store Di Guangzhou, China (Foto:Shutterstock)
Dream - Produsen gawai terkemuka, Apple Inc. berencana menyerahkan operasi aplikasi penyimpanan iCloud kepada mitra lokal di China pada 28 Februari 2018. Hal ini sesuai dengan aturan perundangan mengenai internet yang diberlakukan di Negeri Tirai Bambu itu.
The Wall Street Journal melaporkan, Apple terpaksa tunduk pada aturan tersebut. Otoritas China mewajibkan seluruh pengguna internet di China untuk menyimpan data yang diunduh pada cloud dalam negeri dan melarang penggunaaan aplikasi awan penyimpanan data milik negara lain.
Untuk peralihan itu, data pengguna Apple di China akan disimpan di pusat data yang terletak di Provinsi Barat Daya Guizhou. Pusat data ini dioperasikan Guizhou-Cloud Big Data Industry.
Apple telah memberitahu pelanggannya di China mengenai peralihan tersebut. Apple juga menginformasikan iCloud dapat terus dipakai hingga tanggal 28 Februari nanti.
Apple pun memastikan seluruh pengguna produknya akan mengetahui perubahan ini dalam tujuh pekan ke depan. Untuk memberikan jaminan keamanan, Apple menyatakan " memiliki perlindungan data-privasi dan keamanan yang kuat dan tidak ada backdoor yang akan dibuat ke dalam sistem kami."
China telah memperketat pengawasan komputasi awannya. Akhir tahun lalu, untuk memenuhi peraturan baru, unit Amazon Web Services Amazon Inc. menjual peralatan komputasi yang digunakan untuk layanan cloud-nya di China kepada mitra lokal.
Apple mengumumkan rencananya untuk mentransfer data awan tersebut ke mitra Guizhou musim panas lalu.
Tahun lalu, setelah permintaan China, Apple menutup ratusan aplikasi jaringan pribadi virtual atau VPN, yang memungkinkan pengguna mengakses laman internet yang diblokir.
CEO Apple Tim Cook membela tindakan tersebut di sebuah forum bisnis bulan lalu di Guangzhou, China. Dia mengatakan Apple harus mematuhi undang-undang sehingga dapat berpartisipasi di pasar China.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
