Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Seorang Pria Melintas Di Depan Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia.
Dream - Indeks syariah tidak kompak menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Kamis, 11 Januari 2018. Indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak bisa mengikuti laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang ditutup menguat.
Penguatan ISSI sendiri baru berlangsung di 10 menit jelang penutupan setelah ditutup melemah di sesi penutupan siang tadi.
Papan perdagangan BEI mencatat ISSI naik tipis 0,291 persen (0,15%) ke level 190,415. Di sesi pembukaan perdagangan, ISSI sempt dibuka menguat di level 190,915. Namun, kondisi pasar yang sudah jenuh beli membuat ISSI terpeleset ke zona merah dengan menyentuh level terendah di 189,292.
Sebaliknya, aksi beli jelang penutupan perdagangan tak cukup kuat mendorong indeks bluechips syariah ditutup menguat. Indeks JII melemah tipis 0,442 poin (0,06%) ke level 758,326. Hampir separuh, atau 14 emiten ditutup melemah.
Transaksi perdagangan saham syariah sebetulnya meningkat secara volume dimana 88,62 juta saham diperdagangkan investor. Namun nilai transaksi berkurang menjadi Rp4,04 triliun dari kemarin Rp4,7 triliun.
Meski masih mencatat beli bersih, aksi pemodal asing membeli saham mulai sedikit berkurang. Nett buy asing turun menjadi Rp106 miliar.
Tercatat enam indeks sektoral bergerak menguat dengan sektor pertambangan memimpin penguatan 0,93 persen. Diikuti indeks sektor keuangan 0,66 persen dan properti 0,37 persen.
Indeks sektor industri dasar melemah 0,61 persen, pertanian 0,42 persen, industri aneka 0,27 persen, dan manufaktur 0,14 persen.
Indeks JII pencetak top gainer adalah LPPF yang harga sahamnya merangkak Rp350, UNVR Rp175, PTBA Rp80, EXCL Rp60, dan AKRA Rp50.
Sebaliknya, pencetak top loser adalah TPIA yang harga sahamnya melemah Rp75, UNTR Rp50, BRPT Rp40, SCMA Rp40, dan ADRO Rp30.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 31 poin (0,23%) ke level Rp13.394 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi