7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: TP Rachmat/Liputan6.com
Dream - Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat adalah mantan bos Astra Group yang kini menggarap bisnis Triputra Group. Pria yang akrab disapa Teddy ini awalnya hanya seorang salesman.
Kini namanya masuk ke dalam jajaran 10 besar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Dirangkum dari berbagai sumber, pada 1968 lalu Teddy mengawali karirnya sebagai salesman di Astra yang merupakan bisnis milik pamannya, William Soerjadjaja.
Awal bekerja di Astra, Teddy ditugaskan menjadi salesman untuk penjualan alat berat yang kini menjadi PT United Tractors Tbk. Ia menjadi sosok penting yang membesarkan anak usaha Astra tersebut.
Teddy menjalani profesi ini hingga dirinya pensiun dari Astra.
Melihat bisnis milik pamannya mengalami pasang surut, membuat Teddy ingin membuka usahanya sendiri. Setelah 30 tahun berbakti kepada Astra, Teddy memutuskan untuk pensiun dan mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Triputra Group pada tahun 1988.
Mendirikan usaha di usia yang tidak lagi muda, yakni 55 tahun, tentu bukanlah hal yang mudah untuk Teddy. Namun dengan kerja keras dan ide cemerlangnya, Teddy membuktikan Triputra Group dapat tumbuh dan berkembang.
Perusahan Triputra Group kini bergerak di beberapa bidang seperti karet olahan, batu bara, perdagangan, manufakturing, agribisnis, dealership motor dan logistik.
Selain itu, bersama saudara sepupunya, Edwin Soeryadjaya, Teddy turut terlibat membesarkan perusahaan tambang batu bara di Kalimantan, PT Adaro Energy.
Kamis, 2 Desember 2021, Forbes Real Time Billionaire mencatat nilai harta Teddy telah melampaui angka USD2,9 miliar atau sekitar Rp42 triliun.
Dream - Pendiri Alfamart, Djoko Susanto dengan nama lahir Kwok Kwie Fo masih terus bertahan di daftar 50 orang terkaya Indonesia. Dalam majalah Forbes, kekayaan Djoko Susanto mencapai USD2,3 miliar atau setara Rp32,7 triliun pada 8 Oktober 2021.
Di balik kesuksesannya sebagai bos Alfamart, Djoko ternyata harus putus sekolah dan tidak lulus pendidikan SMA/SLTA. Dikutip dari berbagai sumber, Djoko merupakan anak keenam dari 10 bersaudara.
Di usia 17 tahun, ia sudah mulai membantu mengelola usaha milik orang tuanya, yakni kios yang menjual bahan-bahan makanan dan rokok di Pasar Tradisional Arjuna, Jakarta. Kios ini diberi nama Sumber Bahagia.
Kesuksesan Djoko dalam mengelola kios makanan dan rokok ini, menarik perhatian pemilik perusahaan rokok tembakau dan cengkeh terbesar di Indonesia, yakni Putera Sampoerna.

© © shutterstock
Djoko pertama kali bertemu generasi ketiga dari keluarga Sampoerna ini pada awal tahun 1980. Mereka sepakat untuk membuka kios pada tahun 1985. Sebanyak 15 kios dibuka pada tahun 1989, yang berlokasi di Jakarta.
Lalu ditanggal 27 Agustus 1989 lahirlah toko bernama Alfa Toko Gudang Rabat yang memiliki konsep mini supermarket. Kemudian pada 1994 berdirilah Alfa Minimart yang selanjutnya dikenal dengan Alfamart.
Nama Alfa dipilih Djoko dan Putera karena nama ini merupakan nama yang netral dan tidak bersangkutan dengan nama mereka berdua.
Kerja sama Djoko Susanto dan Putera Sampoerna harus berakhir pada tahun 2005 ketika Sampoerna menjual bisnis tembakau berserta anak perusahaannya (termasuk 70 persen saham Sampoerna yang ada di Alfamart) kepada Philip Moris Internasional.

© © shutterstock
Philip yang tidak tertarik bisnis ritel pun menjual saham tersebut ke Djoko dan Northstar. Pada tahun 2010 Djoko membeli Northstar sehingga ia memiliki 65 persen saham perusahaan.
Pada tahun 2007, Djoko pun mendirikan Alfamidi.
Namun, di tengah perjalanan Alfa Supermarket terpaksa dijual ke Carrefour karena omzet kurang memuaskan. Kini Djoko pun masih fokus dengan bisnis ritel yang kini menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?