Senin, 19 Oktober 2026 Cari

Krisis `Negeri Para Dewa` Benamkan Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 29 Juni 2015 16:18
Krisis `Negeri Para Dewa` Benamkan Indeks Syariah
Sentimen Yunani tak hanya membuat bursa saham Indonesia melemah tapi juga menjalar ke kawasan regional.

Dream - Kecemasan sentimen akan kemungkinan kebangkrutan Yunani memaksa investor menahan diri masuk pasar. Alhasil, indeks saham acuan berguguran di zona merah.

Tanda-tanda kecemasan juga terlihat dari transaksi perdagangan yang relatif minim, hanya Rp 3,74 triliun. Asing yang pagi tadi menggelar aksi beli juga berbalik mencetak nett sell Rp 270 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia terkoreksi 1,603 poin (1,01%) ke level 156,863.

ISSI sepenuhnya melaju di teritori negatif dengan level tertinggi hanya dicetak di 157,776. ISSI sempat terperosok ke posisi terendah 156,341.

Aksi jual investor mendorong 137 emiten syariah menutup awal pekan di zona merah. Sebaliknya, ISSI hanya bertahan pada 33 emiten yang menguat dan 48 lainnya bertahan stagnan.

Awal pekan kurang bahagia juga dialami saham-saham bluechips syariah. Koreksi harga saham dari 26 emiten, membuat Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 6,026 poin (0,91%) ke level 652,824.

JII hanya bisa bertahan pada 4 emiten yang masih bisa bergerak menguat.

Keempat saham pencetak top gainer tersebut adalah UNTR yang menguat Rp 850, ASII Rp 50, KLBF Rp 25, dan SCMA Rp 10 per saham.

Seolah kompak dengan ISSI, indeks JII juga menghabiskan waktu perdagangan lebih banyak di zona merah. JII hanya mencetak level tertinggi di 655,165 dan terendah di 649,242.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 40,427 poin (0,82%) ke level 4.882,578.

Dari kawasan regional, Seluruh indeks saham bursa utama Asia berguguran. Hang Seng dan Nikkei bahkan terjun bebas 2,61 persen dan 2,88 persen.

Beri Komentar