Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Plt. Dirut BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, Memaparkan Kinerja BNI Syariah 2017 (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream - PT BNI Syariah membukukan laba bersih Rp306,68 miliar sepanjang kinerja 2017. Pencapaian ini meningkat 10,6 persen dibandingkan 2016 yang mencapai Rp277,37 miliar.
" Alhamdulillah bisa double digit, di saat bank syariah lain bergulat dan konsolidasi, kita bisa tumbuh 10,6 persen," kata Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, Selasa 27 Februari 2018.
Firman mengatakan kenaikan laba ini didukung oleh lini pembiayaan, peningkatan fee based income, dan rasio dana murah.
Sepanjang 2017, total pembiayaan BNI Syariah tersalurkan sebesar Rp23,6 triliun atau meningkat 15,14 persen dari 2016.

Plt. Dirut BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, memaparkan kinerja BNI Syariah 2017 (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Komposisi pembiayaan disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp12,16 triliun, UKM Rp5,13 triliun, komersial Rp4,53 triliun, mikro Rp1,4 triliun, dan Hasanah Card Rp371,62 miliar.
BNI Syariah berhasil menjaga tingkat rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) di bawah 3 persen, yaitu 2,89 persen.
Selain pembiayaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah juga tumbuh 21,1 persen menjadi Rp29,38 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi daripada pertumbuhan industri sebesar 19,8 persen dengan jumlah nasabah 2,5 juta.
" DPK didominasi oleh dana murah yang mencapai 51,6 persen," kata dia.
(Sah)
© Dream
BNI Syariah berhasil menekan rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) sebesar 2,89 persen sepanjang 2017. Rasio tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu di bawah 3 persen.
" Angkanya di bawah rata-rata industri yang sebesar 4,77 persen," kata Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo saat pemaparan kinerja BNI Syariah sepanjang 2017 di Jakarta, Selasa 27 Februari 2018.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Konsumer BNI Syariah, Dhias Widhiyati, mengatakan pihaknya juga optimistis bisa menjaga angka NPF tahun ini sesuai target. " Kami berusaha untuk tidak menembus angka 3 persen," kata Dhias.
Selanjutnya, Dhias mengatakan ada beberapa strategi yang diterapkan BNI Syariah untuk menjaga rasio NPF tidak melebihi patokan. Strategi pertama yaitu selektif menyalurkan pembiayaan.
" Kami mencari top player di industri yang sama dan sesuai dengan segmennya. Kalau yang (segmen usaha) kecil, di daerah itu industri yang dominan siapa, playernya siapa," kata Dhias.
Strategi kedua, kata Dhias, BNI Syariah menyasar value chain. Targetnya adalah pemasok perusahaan dan distribusinya.
Sedangkan untuk strategi ketiga, BNI Syariah memperketat penyaluran pembiayaan. " Siapa nasabah yang rentan kriteria tertentu, monitor (pembiayaan) bisa diperketat," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya