Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Sahabat Dream tentu sudah tahu dua minimarket yang lokasinya selalu berdekatan, yakni Indomaret dan Alfamart. Ketika ada gerai Indomaret, di sekitarnya kemungkinan besar berdiri gerai Alfamart. Begitu pula sebaliknya.
Indomaret lahir terlebih dahulu, tepatnya pada 1988. Usaha ini dikelolaPT Indomarco Prismatama, bagian dari Salim Grup. Sedangkan Alfamart berdiri pada 1989, dikelola PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, didirikan oleh Djoko Susanto.
Keberadaan kedua minimarket ini yang berdekatan mengindikasikan bahwa persaingan memang cukup ketat, tidak ada yang mau kalah dan masing-masing ingin menunjukkan eksistensinya.
Kendati bersaing di lokasi yang berdekatan, baik Alfamart maupun Indomaret ternyata melahirkan permintaan atau demand pasar yang cukup signifikan. Permintaan yang besar menghadirkan dinamika persaingan pasar yang sehat.
Strategi berdekatan bertujuan untuk membangun pasar yang luas mengingat perilaku konsumen yang dinamis dalam industri ritel. Konsep berdekatan keduanya justru merupakan strategi kooperatif perusahaan, selain kompetisi.
Bisnis ritel juga punya pasar yang sangat luas, terutama kebutuhan pokok, seperti makanan, minuman, produk kebersihan dan sebagainya memang tidak akan pernah mengalami penurunan. Inilah salah satu alasan yang membuat usaha minimarket seperti Alfamart dan Indomaret tak khawatir berdekatan.
Membidik pasar yang lebih luas tentu menjadi strategi market yang diluncurkan oleh keduanya. Walaupun pasar yang dijangkau adalah pasar yang sama dan wilayah yang sama, namun memperbanyak gerai membuat mereka makin untung.
Meskipun berdekatan, kedua minimarket ini percaya akan keunggulan masing-masing barang, jadi tidak jarang kenapa masing-masing dari keduanya memiliki promo yang berbeda dan item yang juga berbeda.
Alasan lainnya, untuk membuat studi kelayakan suatu usaha, biayanya cukup mahal. Sehingga, ketika sudah ada Alfamart di suatu lokasi, maka Indomaret beranggapan pastilah potensi konsumennya cukup besar.
Demikian juga sebaliknya, jika sudah ada Indomaret, maka Alfamart tinggal mengikuti tanpa harus membuat studi kelayakan usaha lagi. (Dari berbagai sumber)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula