Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proyek Properti Hunian Tinggal Makin Menjamur Di Jakarta (Sumber: Www.agungpodomoro-aphris.com)
Dream - Beralihnya fungsi apartemen dari tempat tinggal menjadi produk investasi telah memicu kenaikan harga salah satu produk properti ini. Sepanjang April-Juni 2014, harga jual kondominium di wilayah Jabodetabek dan Banten rata-rata Rp 23,8 juta per meter persegi.
Kendati harga terus naik, penjualan apartemen jual ini justru terus meningkat. Pada kuartal II-2014, penjualan kondominium meningkat 0,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun dibandingkan periode sebelumnya (kuartal I-2014), penjualan kondominium periode April-Juni memang melambat dari 2,92 persen year on year.
" Tarif sewa apartemen juga terindikasi meningkat signifikan sebesar 43,57 persen year on year," ungkap Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Perkembangan Properti Komersial, Kamis, 14 Agustus 2014.
BI memperkirakan kenaikan tarif sewa apartemen yang mencapai hampir 50 persen tersebut diduga akibat dampak pergerakan nilai tukar rupiah. Komponen yang paling terdampak adalah biaya pelayanan atau service charge.
Dalam laporan lainnya, BI mencatat pasokan perkantoran di wilayah Jabodetabel selama kuartal II-2014 tumbuh melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pada periode April-Juni lalu, pasokan perkantoran hanya tumbuh 1,56 persen, lebih rendah dari sebelumnya 2,86 persen.
Perlambatan ini diduga akibat pelaku usaha memilih wait and sess dalam melakukan ekspansi usaha.
Berkurangnya permintaan perkantoran juga membuat kenaikan harga jual atau sewa areal perkantoran tumbuh melambat. Pada periode lalu, pertumbuhan tarif jual/sewa perkantoran hanya tumbuh 26,46 persen, lebih rendah dibandingkan 27,89 persen pada periode sebelumnya.
BI memproyeksikan, pasokan perkantoran bakal kembali meningkat dalam 2-3 tahun mendatang. Kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) yang dekat dengan proyek pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) akan menjadi pusat pertumbuhan baru. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya