Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Makin Mahal! Tarif Sewa Apartemen Menjadi-jadi

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 14 Agustus 2014 14:30
Makin Mahal! Tarif Sewa Apartemen Menjadi-jadi
Masyarakat mulai banyak menjadikan apartemen jual atau kondominium sebagai produk investasi.

Dream - Beralihnya fungsi apartemen dari tempat tinggal menjadi produk investasi telah memicu kenaikan harga salah satu produk properti ini. Sepanjang April-Juni 2014, harga jual kondominium di wilayah Jabodetabek dan Banten rata-rata Rp 23,8 juta per meter persegi.

Kendati harga terus naik, penjualan apartemen jual ini justru terus meningkat. Pada kuartal II-2014, penjualan kondominium meningkat 0,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun dibandingkan periode sebelumnya (kuartal I-2014), penjualan kondominium periode April-Juni memang melambat dari 2,92 persen year on year.

" Tarif sewa apartemen juga terindikasi meningkat signifikan sebesar 43,57 persen year on year," ungkap Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Perkembangan Properti Komersial, Kamis, 14 Agustus 2014.

BI memperkirakan kenaikan tarif sewa apartemen yang mencapai hampir 50 persen tersebut diduga akibat dampak pergerakan nilai tukar rupiah. Komponen yang paling terdampak adalah biaya pelayanan atau service charge.

Dalam laporan lainnya, BI mencatat pasokan perkantoran di wilayah Jabodetabel selama kuartal II-2014 tumbuh melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pada periode April-Juni lalu, pasokan perkantoran hanya tumbuh 1,56 persen, lebih rendah dari sebelumnya 2,86 persen.

Perlambatan ini diduga akibat pelaku usaha memilih wait and sess dalam melakukan ekspansi usaha.

Berkurangnya permintaan perkantoran juga membuat kenaikan harga jual atau sewa areal perkantoran tumbuh melambat. Pada periode lalu, pertumbuhan tarif jual/sewa perkantoran hanya tumbuh 26,46 persen, lebih rendah dibandingkan 27,89 persen pada periode sebelumnya.

BI memproyeksikan, pasokan perkantoran bakal kembali meningkat dalam 2-3 tahun mendatang. Kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) yang dekat dengan proyek pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) akan menjadi pusat pertumbuhan baru. (Ism)

Beri Komentar