Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bank Indonesia (BI) menyebutkan dalam survei harga rumah, bahwa fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian rumah. Sebanyak 73,69 persen konsumen menggunakan fasilitas ini untuk membeli rumah terutama rumah tipe kecil.
" Tingkat bunga KPR yang diberikan oleh perbankan khususnya kelompok bank persero berkisar antara 9-12%," tulis survei itu, Rabu, 13 Agustus 2014.
Saat ini suku bunga tertinggi KPR terjadi di Sumatera Utara yaitu 12,16 persen, sedangkan suku bunga KPR terendah berada di Kepulauan Bangka Belitung yaitu 8,95 persen.
Peningkatan pertumbuhan penjualan rumah tercermin dari naiknya angka pertumbuhan penyaluran kredit perbankan ke sektor properti. Pada kuartal dua tahu8n ini, total KPR tercatat Rp 301,53 triliun atau tumbuh sebesar 5,93 persen, jika dibandingkan dengan 3 bulan awal tahun ini yang hanya tumbuh 1,14 persen,dan pertumbuhan total kredit perbankan yang hanya 2,8 persen.
Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank dari April hingga Juni 2014, sebanyak 4,36 persen masyarakat berpenghasilan rendah yang memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah. Selebihnya yaitu sebnayak 95,64 persen melalui KPR biasa (non-FLPP).
Pencairan FLPP sampai dengan kuartal dua tahun ini tercatat sebesar 22,41 persen dari total dana yang ditargetkan selama tahun 2014. Sisa dana yang belum terserap di 2013 yaitu sebesar Rp 4,5 triliun.
Dengan demikian, terdapat 77,59 persen dana yang belum dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah. Dana itu dinilai cukup untuk membiayai 90 ribu unit rumah.
Keuntungan menggunakan FLPP adalah masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh cicilan rumah dengan bunga tetap sebesar 7,25 persen, dengan jangka waktu cicilan maksimum 20 tahun.
Sementara itu dari sisi pengembang properti, sebanyak 62,35 persen responden mengungkapkan, hingga saat ini dana internal perusahaan tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti.
Berdasarkan komposisi, sumber pembiayaan pembangunan properti dari dana internal perusahaan sebagian besar berasal dari modal disetor yaitu sebanyak 42,38 persen, laba ditahan sebanyak 34,87 persen, dan joint venture sebanyak 3,75 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya