Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia
Dream - Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab (UEA) telah menolak permintaan gaji minimal pekerja domestik yang diajukan pemerintah Indonesia, Filipina, dan Srilanka. Ketiga negara ini mengajukan gaji terkecil 1.500 dirham atau Rp 4,78 juta per bulan.
Di sisi lain, penduduk UEA diperkirakan bakal menghadapi krisis pembantu karena negara-negara Afrika kini tengah bergelut dengan wabah Eboa.
Surat kabar harian Arab, Amrat Al Youm seperti dikutip Dream.co.id dari laman Emirat247, Rabu, 13 Agustus 2014 melaporkan agen tenaga kerja saat ini terpaksa menunda permintaan pembantu paling tidak sebulan ke depan.
Kekhawatiran munculnya krisis pembantu di UEA sayangnya tak diketahui kementerian tenaga kerja negeri Timur Tengah itu. Institusi pemerintah ini justru mengaku baru mengeluarkan 16 izin baru perusahaan penyalur tenaga kerja.
Pemilik bisnis perekrutan tenaga kerja Maktea, Samer Marjan menilai penolakan permintaan gaji dari Indonesia, Srilanka, dan Filipina telah memicu situasi yang menyulitkan bagi agen tenaga kerja.
Pemicu krisis terutama disebabkan besarnya permintaan tenaga kerja dari ketiga negara tersebut di wilayah UEA.
Munculnya wabah ebola di negara-negara Afrika juga membuat konsumen tak berani mempekerjakan pembantu dari negara tersebt.
Samer khawatir bisnisnya terpaksa harus ditutup dalam sebulan kedepan jika tidak ada intervensi dan solusi dari permasalahan yang terjadi.
Sementara pemilik Forsan Al Khaleej for Home Labourers Employment mengklaim telah menerima permintaan penutupan bisnis dari 7 agen tenaga kerja.
Tiga negara Asia saat ini tetap bersikukuh tak mengirimkan tenaga kerjanya sampai permintaan gaji minimal diterima pemerintah UEA. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya