Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Peningkatan arus perdagangan dunia, pertumbuhan ekonomi, perkembangan kelas menengah dan teknologi diharapkan dapat membantu bank-bank di negera berkembang untuk ekspansi ke negara maju pada tahun mendatang.
Sampai saat ini pasar perbankan negara berkembang masih di sekitar kawasan. Namun, potensi besar untuk mengembangkan pasar bisa melalui lembaga-lembaga di negara maju.
" Sekarang, bank yang berbasis di negara berkembang bisa mendapatkan kekuatan untuk memperluas bisnis sebesar-besarnya," tulis studi dari Deloitte yang dikutip dari Gulf News, Selasa, 12 Agustus 2014.
Perbankan di negara berkembang juga dihadapkan dengan peluang diversifikasi produk di pasar dalam negerinya ditambah dengan ekspansi di luar negeri.
" Saat ini sistem perbankan di Timur Tengah dan negara berkembang lainnya menjual produk yang tidak kompleks dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, tidak terkena dampak krisis keuangan pada tahun 2008 lalu sehingga memberikan kesempatan untuk tumbuh lebih kuat," ujar Pemimpin Mitra dan Industri jasa keuangan di Deloitte Timur Tengah, Joe Al Fadl.
Al Fadl menambahkan kini saatnya bank di negara berkembang berekspansi, sementara bank-bank di negara maju yang tengah melakukan efisiensi operasional. Peluang lainnya, datang dari besarnya migrasi penduduk negaranya ke negara baru.
Bank Dunia mencatat terjadinya peningkatan akuisisi yang dilakukan bank dari negara berkembang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 2025 mendatang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya