Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bisnis Online (Sumber: Www.g-codemagazine.com)
Dream - Bisnis jual beli online atau lazim disebut e-commmerce tak hanya booming di Indonesia. Negara kaya muslim sekelas Arab Saudi juga mulai menggandrungi bisnis baru tersebut.
Sebuah penelitian dari perusahaan desain dan pengemban website di Dubai, PixHear, seperti dikutip Dream dari laman Saudigazette, Senin, 11 Agustus 2014, memperkirakan bisnis e-commerce Arab Saudi bakal menembus angka US$ 13,3 miliar atau sekitar Rp 155.97 triliun pada 2015.
Keuntungan bisnis e-commerce ini berasal dari 25 persen warga Saudi yang menggunakan internet sebagai media belanja.
Perkembangan bisnis ritel online Arab Saudi memang telah bergerak maju. Pasar ritel online dianggap telah berkembang jika minimal 8,5 persen dari total pasar ritel suatu negara dilakukan secara online. Seperti di Jerman, yang memiliki pasar ritel online mencapai 11,7 persen atau Australia yang memiliki 8,9 persen pasar ritel online.
Nilai pasar ritel online Saudi diperkirakan akan mencapai delapan persen dari total pasar ritel pada 2015. Nilai itu melampaui AS (7,1 persen), Jepang (6,8 persen) dan Prancis (6,7 persen).
Dalam menjalankan bisnis di dunia maya, bahasa Arab adalah bahasa yang dominan dalam ruang e-commerce Saudi. Dari jumlah itu, 55 persen konsumen beasal dari Riyadh dan 40 persen dari Mekkah.
Penelitian PixHear juga menemukan fakta transaksi belanja online konsumen Arab lebih banyak dilakukan lewat pembayaran tunai tau cash on delivery (COD), dengan porsi 75 persen. Padahal pemerintah Saudi terus menggalakan transaksi lewat kartu kredit.
Konsumen Saudi selama ini banyak menggunakan jasa jual beli online untuk membeli barang elektronik. Meskipun lebih suka mitra asing, retailer lokal mengklaim sebagian kecil pasar e-commerce Saudi sangat terfragmentasi.
Selama ini, mayoritas penduduk Saudi memang mengenal dunia luar menggunakan internet. Jumlah pesan teks yang dikirim setiap hari tercatat sudah melebihi populasi manusia. Lebih dari 60 persen penduduk Saudi di bawah usia 24 tahun dan tidak pernah mengenal dunia luar tanpa internet.
Sosial media dan internet telah terbukti tidak hanya menjadi tren, tapi mewakili pergeseran dalam cara dunia berkomunikasi dan berintegrasi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya