Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Aura positif yang terjadi di kawasan regional dan global membawa bursa saham Indonesia mengalami rebound. Pemodal asing yang sepekan kemarin melakukan aksi jual juga kembali berbelanja.
Penguatan bursa saham Indonesia diikuti dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sore ini, kurs rupiah bertahan di level 11.677 per dolar AS atau menguat 101 poin (0,86 persen).
Pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 11 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 59,47 poin (1,18 persen) ke level 5.113,23.
Rebound yang dialami IHSG ditopang oleh menguat indeks 8 sektor saham sementara emiten di sektor komoditas masih tergelincir di zona merah.
Dengan nett buy asing yang mencapai Rp 416 miliar, IHSG mencapai posisi tertingginya di sesi penutupan di level 5.113,23. Posisi terendah IHSG berada di zona hijau di level 5.087,98.
Sentimen positif yang menaungi pasar modal Indonesia berimbas positif pada gerak dua indeks saham syariah BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup menguat 1,99 poin (1,2 persen) ke level 168,52.
Sebanyak 130 emiten syariah mendorong indeks ISSI ke zona hijau. Nilai transaksi perdagangan saham syariah tercatat Rp 2,95 triliun dengan 28,34 miliar saham beralih tangan.
Kenaikan signifikan dialami emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mencatat penguatan 10,61 poin (1,55 persen) ke level 697,23.
Penguatan indeks JII ini ditopang oleh kenaikan harga saham dari 24 emiten bluechips syariah dan menyisakan 4 emiten di zona merah.
Di deretan saham-saham bluechips syariah, saham produsen barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk(UNVR) mencetak kenaikan tertinggi (top gainer) sebesar Rp 750 (2,46%) ke level 31.250 per saham.
Top gainer lainnya dihuni oleh SMGR yang menguat Rp 325, INTP Rp 300, AALI Rp 275, UNTR Rp 200.
Di daftar pencetak koreksi harga terdalam, bertengger sejumlah emiten komoditas yaitu PTBA yang melemah Rp 350, ITMG Rp 50, LSIP Rp 30, dan INCO Rp 5 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya