Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Berdasarkan survei harga properti residensial yang dibuat Bank Indonesia, pertumbuhan Indeks Harga Properti Resedensial pada triwulan kedua tahun 2014 meningkat 1,69 persen. Angka ini naik jika dibandingkan dengan indeks harga pada 3 bulan pertama tahun ini.
" Faktor-faktor yang ditengarai menjadi penyebab kenaikan harga rumah adalah kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja," tulis survei tersebut yang dikutip, Rabu, 13 Agustus 2014.
Namun, jika dibandingkan dengan tahun lalu maka kenaikan harga rumah pada triwulan kedua ini mengalami pelambatan. Pertumbuhan harga rumah pada triwulan satu sebesar 7,92 persen, sementara pada triwulan kedua ini 7,4 persen.
Tekanan kenaikan harga ini diperkirakan masih akan berlanjut pada 3 bulan mendatang, meski pertumbuhannya mulai melambat. Kenaikan harga properti pada triwulan tiga tahun ini diperkirakan 0,89 persen.
" Dengan kenaikan harga tertinggi diperkirakan terjadi pada rumah tipe kecil," ungkap survei tersebut.
Kenaikan harga ini seiring dengan meningkatnya penjualan rumah. Tercatat, pertumbuhan penjualan properti hunian pada triwulan kedua tahun 2014 meningkat menjadi 36,65 persen dibandingkan pada tiga bulan awal tahun ini. Sementara pada awal tahun pertumbuhan penjualan properti hanya meningkat 15,33 persen.
" Pertumbuhan penjualan ini terutama untuk rumah tipe menengah sejalan dengan masih tingginya kebutuhan terhadap hunian," jelas survei itu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya