Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Cetak Rekor 2014, Indeks Syariah Terus Menanjak

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 13 Agustus 2014 16:23
IHSG Cetak Rekor 2014, Indeks Syariah Terus Menanjak
Sepanjang pekan ini, pemodal asing masih terus melakukan aksi beli saham.

Dream - Dibayangi aksi ambil untung pemodal akibat kondisi yang jenuh beli, bursa saham Indonesia menutup perdagangan Rabu, 13 Agustus 2014 di zona hijau. Bahkan sepanjang pekan ini, asing masih aktif berburu saham di Bursa Efek Indonesia.

Pemodal asing kali ini hingga sesi penutupan perdagangan membukukan nett buy sekitar Rp 429,91 miliar. Untuk sepekan ini, uang belanja yang dikeluarkan pemodal asing merupakan yang terbesar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup menguat 35,87 poin (0,7 persen) ke level 5.168,26. Level tertinggi sepanjang perdagangan hari ini disokong naiknya harga saham dari 198 emiten.

Transaksi perdagangan saham terbilang normal dengan mencetak nilai Rp 5,05 triliun dari 49,23 miliar saham yang beralihtangan.

Masih menguatnya IHSG di pertengahan pekan ini juga membawa angin positif pada gerak dua indeks saham syariah.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup menguat 7,19 poin (1,03 persen) ke level 707,38. Sebanyak 26 emiten unggulan bergerak menguat sementara 3 lainnya mencetak koreksi.

Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini juga ditutup menguat 1,51 poin (0,9%) ke level 170,79. Sebanyak 131 emiten syariah melaju di zona hijau dengan 66 lainnya mengalami koreksi.

Sepanjang hari ini, sebanyak 32,89 miliar saham telah diperdagangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,42 triliun.

Indeks ISSI nyaman bergerak di zona hijau dengan hanya mencetak level terendah di level 169,46. Posisi tertinggi sendiri dicapai pada detik-detik penutupan perdagangan saham.

Menguatnya indeks bursa saham Indonesia kali ini seiring dengan laju pasar modal regional yang juga berada di zona hijau. Sore Ini, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong menguat masing-masing 0,34 persen dan 0,81 persen.

Hanya indeks Strait Times Singapura yang kali ini bergerak di zona merah dengan melemah tipis 0,06 persen.

Di kala bursa saham masih bergerak menguat, pasar keuangan justru mulai melemah. Kurs rupiah pada sore ini mengalami koreksi 6 poin (0,06 persen) menjadi 11,689 per dolar AS.

Saham-saham komoditas yang sebelumnya mengalami tekanan, kini justru menjadi pengungkit indeks saham ke zona hijau. Emiten pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) hari ini dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 725 (3,06 persen) ke level 24.400 per saham.

Top gainer lainnya adalah UNVR yang menguat Rp 650, ITMG Rp 600, PTBA Rp 300, dan EXCL Rp 225 per saham. (Ism)

Beri Komentar