Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia masih membuka perdagangan sesi pagi di zona hijau meski dua indeks saham syariah mulai bergerak melemah. Sentimen positif dari kondisi global membuat indeks cukup yakin untuk terus menguat.
Sayangnya, penguatan yang berlangsung hanya sesaat. Kurang dari satu jam lepas pembukaan perdagangan, indeks kembali masuk zona merah.
Pada perdagangan prapembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 14 Agutus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 2,20 poin (0,04%) ke level 5.170,47. IHSG masih terus melanjutkan penguatan di sesi pembukaan dengan bertambah 6,51 poin (0,13%) ke level 5.174,78.
Hingga perdagangan pukul 10.05 WIB, pemodal asing tercatat masih terus melakukan aksi beli dengan nett buy sekitar Rp 49,13 miliar.
Dari kawasan regional, kondisi indeks bursa saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang pagi ini telah menguat 0,6 persen sementara Kospi Korea Selatan naik 0,14 persen.
Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,07 persen dan Shanghai Composite melemah 0,03 persen.
Berbeda dengan IHSG, pembukaan di zona merah justru dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi tadi dibuka melemah ke level 170,72. Indeks ISSI sempat menguat ke zona hijau dengan posisi terkuat di level 171,07.
Hingga saat ini, indeks ISSI masih terus berkutat di zona merah terdorong koreksi harga saham dari 58 emiten. Penguatan harga saham dari 93 emiten tak mampu mengangkat ISSI ke zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini telah membuat 10,55 miliar saham beralih tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,01 triliun.
Pelemahan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah ke level 706,87. Sama dengan ISSI, indeks JII sebetulnya sempat menyentuh zona hijau namun kembali melemah.
Sebanyak 16 emiten unggulan syariah masih bergerak di teritori negatif sementara 11 lainnya telah berangsur menguat.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai gerak IHSG hari ini berpotensi masih mengalami kenaikan dengan adanya sentimen positif dari kawasan regional.
" Mengalirnya terus dana asing untuk menyambut pemerintahan yang baru sepertinya bakal membuat IHSG terus mengalami penguatan," katanya.
Namun, ujar Satrio, penguatan ini bisa terjadi lebih tinggi jika saham-saham di sektor perbankan mulai bergerak naik. Hingga kemarin, transaksi perdagangan saham masih berpusat di sektor infrastruktur dan pertambangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya