Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Ft.com
Dream - Mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, dikabarkan segera meluncurkan versi uji publik dari jejaring media sosial baru yang dibuatnya, Bluesky.
Dorsey hengkang dari Twitter pada 2021. Kini, Twitter resmi dimiliki CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, yang membelinya seharga US$44 miliar atau sekitar Rp687 triliun.
Dorsey mengungkapkan aplikasi Bluesky kini bersiap untuk uji coba. Aplikasi ini sudah memiliki sederet daftar tunggu pengguna yang ingin mencoba versi beta.
Belum jelas seperti apa Blueksky nantinya atau bagaimana fungsinya, tetapi dikabarkan akan menjadi saingan Twitter.
Bluesky disebut-sebut sebagai elemen penting dari " jaringan sosial federasi" revolusioner yang mengintegrasikan ide-ide dari " teknologi terdesentralisasi terbaru ke dalam jaringan yang sederhana, cepat, dan terbuka."
Dengan demikian, ini akan menjadi jejaring sosial yang akan dikelola oleh berbagai situs.
“ Kami menyebut aplikasi yang sedang kami bangun Bluesky karena itu akan menjadi portal ke dunia kemungkinan melalui AT Protocol,” kata Jack Dorsey, seperti dilansir dari laman Greek Reporter, Senin, 1 November 2022.
Pengguna Bluesky akan dapat bergerak bebas di antara berbagai platform media sosial hanya menggunakan satu browser.
Bluesky sebenarnya sudah didirikan oleh Twitter pada tahun 2019.
“ Tujuan jangka panjang yang lebih besar adalah untuk membangun protokol terbuka yang bertahan lama untuk percakapan publik. Hal tersebut belum dimiliki oleh aplikasi manapun," tulis Dorsey.
Menurut Dorsey, langkah selanjutnya adalah mulai menguji protokol.
" Mengembangkan protokol terdistribusi adalah proses yang rumit. Ini membutuhkan koordinasi banyak pihak setelah jaringan dikerahkan, jadi kami akan memulai dalam versi beta pribadi untuk mengatasi kerumitan,” jelas Dorsey.
“ Saat kami melakukan pengujian beta, kami akan terus menyempurnakan spesifikasi protokol dan membagikan detail tentang cara kerjanya. Jika sudah siap, kami akan beralih ke versi beta terbuka," tambahnya.
Berbicara tentang apakah jaringan tersebut akan menjadi saingan Twitter, Dorsey menuliskan cuitan awal bulan ini bahwa aplikasi ini adalah saingan bagi perusahaan mana pun yang mencoba memiliki dasar-dasar yang mendasari media sosial atau data orang-orang yang menggunakannya.
Namun jejaring sosial baru milik Dorsey ini Twitter. Pasalnya, Kanye West, rapper yang cukup kontroversial telah mendapatkan akunnya kembali di Twitter.
Namun, Musk mengklaim bahwa dia tidak berperan dalam kembalinya Kanye West. Menurutnya, akun tersebut telah dipulihkan sebelum Musk menyelesaikan pembelian Twitter.
Akibatnya, beberapa pengguna selebriti A-list telah mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menggunakan Twitter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya