Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Facebook batal merilis tombol “ dislike” untuk menunjukkan ketidaksukaan pada sebuah postingan. Sebagai penggantinya, Facebook merilis emotion. CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pada pekan lalu memperkenalkan tombol empati itu, yang diberi nama " Reactions" .
" Hari ini, kami memperkenalkan Reactions, tombol yang lebih ekspresif dari tombol Like," tulis Zuckerberg dalam keterangan persnya, Senin, 12 Oktober 2015.
Padahal sebelumnya, Facebook menyatakan akan mengeluarkan tombol dislike yang memicu kontroversi ini. Salah satu kontroversi itu datang dari Pakar Digital Marketing Indonesia.
" Lihat dari sisi sosialnya saja. Di media sosial bisa mengutarakan apa saja, tidak ada batasan. Bagaimana jika tombol dislike digunakan untuk memberikan feedback dari postingan status yang baik. Status pengguna baik tapi malah direspons dengan 'dislike'," ujar pakar Digital Marketing, Anthony Leong, beberapa waktu lalu.
Pengusaha muda itu tidak setuju dengan adanya penambahan tombol Dislike karena dikhawatirkan itu akan menimbulkan kericuhan di dunia maya. Menurutnya, secara tidak langsung Facebook akan menjadi antisosial karena semakin memisahkan sesama pengguna dengan adanya tombol Dislike.
" Suka atau tidak suka, kedatangan Facebook sudah menjadi platform antisosial karena terlalu banyak interaksi di dunia maya. Dengan adanya fitur 'dislike' ini bisa membuat kondisi sosial semakin tidak baik," ujar Komisaris PT Indo Menara Digital.
Secara terpisah, hal senada juga disampaika pakar media sosial, William Liu. Dia menyarankan agar Facebook memunculkan fitur ekspresi (emoticon). Ini dianggap tak akan berdampak buruk secara langsung ke dunia nyata.
" Lebih baik meluncurkan fitur seperti senyum standard, senyum cemberut, senyum heboh, sedih atau senyum ekspresi lainnya yang secara langsung juga tidak berdampak buruk di dunia nyata," kata William beberapa waktu lalu.
Saat dikonfirmasi, Anthony Leong mengatakan tidak tahu apakah saran yang dikeluarkannya itu didengar oleh Facebook atau tidak.
“ Ini menjadi rahasia umum jika sisi aspek sosialnya , jika memang muncul dislike kontroversi di facebook tidak pernah henti, dengan adanya fitur reaction akan lebih baik dari sisi sosial, dan dari segi engagement juga lebih interaktif ke depannya,” tutup Anthony yang juga Alumni Universitas Indonesia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya