Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Anda mungkin kadang dibuat bingung dengan uang. Di satu sisi, Anda ingin menabung. Tetapi karena punya utang, Anda juga harus mengalokasikan sebagian untuk membayar utang tersebut.
Meski membuat skala prioritas, terkadang Anda masih bingung untuk menentukan mana yang lebih penting. Namun sebenarnya, semua ini tergantung pada kondisi keuangan dan harapan untuk masa depan.
Berikut hal yang harus Anda pertimbangkan ketika dihadapkan pada dua pilihan itu?
1. Evaluasi keadaan saat ini
Untuk mendapatkan gambaran, ide terbaik adalah pertama-tama menentukan status keuangan Anda saat ini. Merekam semua utang yang harus Anda dibayar bulanan, mulai dari kartu kredit dan cicilan KPR, hingga biaya kuliah atau pinjaman dari teman.
Tuliskan jumlah utang dan bunga yang harus di bayar. Juga tuliskan berapa banyak uang yang Anda miliki di masa pensiun, termasuk tabungan dan investasi. Setelah itu bandingkan dengan tujuan keuangan Anda.
Dari sini, Anda bisa mendapatkan gambaran mulai dari mana Anda bisa memulai yang akan memandu Anda untuk membuat keputusan yang tepat untuk situasi Anda.
2. Buat perhitungan
Sekarang, saatnya untuk mengevaluasi utang yang tidak hanya dapat meminimalkan stres, tapi membuat perhitungan yang masuk akal secara fiskal. Sangat penting untuk mengetahui berapa banyak utang yang menggerogoti finansial Anda sebenarnya. Termasuk menghitung berapa banyak setiap pinjaman yang mengurangi dana Anda per tahun.
Kemudian, mencari tahu (atau membuat perkiraan) berapa banyak tabungan yang bisa didapat.
Sekarang periksa apakah utang lebih banyak daripada uang yang ada di tabungan. Jika itu terjadi, Anda mungkin harus fokus lebih agresif untuk melunasi utang saat ini. Jika tidak, Anda bisa bernapas lega dan merasa nyaman dengan kehidupan finansial Anda.
3. Mencari keseimbangan
Bahkan jika Anda membuat prioritas terhadap salah satu, mungkin itu bukan ide yang baik jika Anda mengabaikan baik tabungan atau pembayaran utang. Mereka berdua adalah bagian penting dari kehidupan keuangan yang sehat yang membuat Anda siap untuk menyongsong masa depan dengan aman secara finansial. Anda bisa membuat keseimbangan sendiri dengan membagi persentase tertentu dari dana yang tersedia untuk utang dan untuk tabungan.
Terlepas dari kombinasi terbaik tentang keseimbangan, sangat penting juga bagi Anda untuk memiliki komitmen dan dana darurat. Pondasi ini sering membuat perbedaan dalam memutus siklus utang, membantu Anda menghindari jatuh ke dalam utang atau kesulitan keuangan yang semakin dalam.
Para ahli umumnya merekomendasikan untuk menyisihkan tiga sampai sembilan bulan penghasilan sebagai dana darurat, tergantung pada apakah Anda bisa terus bekerja dan sumber pendapatan lain. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya