Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (ANTARAFOTO.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali melesat menutup perdagangan jelang akhir pekan. Kabar baik juga muncul dari kurs rupiah yang semakin perkasa.
Paket kebijakan ekonomi III yang dikeluarkan pemerintah tampaknya memberikan optimisme baru pada investor. Terbukti asing berbalik melakukan aksi beli.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 97,911 poin (2,18%) ke level 4.589,344.
Indeks saham bluechips syariah juga bergerak mantap di zona hijau. Jakarta Islamic Index (JII) naik 14,281 poin (2,38%) ke level 615,427.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak nyaman di zona hija. Sentimen positif regional dan kurs rupiah mendorong investor menggelar aksi beli.
Aksi beli invstor mendorong 138 emiten syariah menyambut libur akhir pekan di zona positif. Sebanyak 25 diantaranya merupakan saham-saham keping biru syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah terbilang ramai dengan dana Rp 5,1 triliun masuk pasar modal. Sebanyak 71,01 miliar saham jadi objek transaksi investor.
Saham UNTR memimpin daftar top gainer indeks JII dengan kenaikan Rp 1.225 per saham. Disusul ICBP Rp 725, ASII Rp 375, AALI Rp 325, dan INTP Rp 325 per saham.
Sebaliknya, empat saham JII yang terserang aksi jual adalah UNVR Rp 450, ITMG Rp 250, TLKM Rp 10, dan LSIP Rp 5 per saham.
Aura positif yang memayungi bursa saham Indonesia juga melesakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Melompat 97,911 poin (2,18%), IHSG ditutup di level 4.589,344.
Lantai bursa juga relatif ramai dengan aksi jual beli dengan dana mengucur hingga Rp 7,81 triliun. Sebanyak 90,11 miliar jadi objek transaksi pelaku pasar.
Investor asing yang pagi tadi sempat melakukan aksi jual justru berbalik arah. Di sesi penutupan, asing justru membukukan aksi beli bersih Rp 177 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah juga membawa kabar baik. Rupiah menguat hingga 430 poin (3,10%) menjadi 13.457 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya