Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dunia kerja tengah mengalami perubahan besar-besaran. Munculnya perusahaan baru yang dimotori generasi muda tak hanya mengubah cara bekerja, pakaian yang dikenakan ikut mengikuti zaman. Tengok saja pendiri sekaligus CEO raksasa media sosial, Facebook Inc, Mark Zuckerberg.
Dahulu, terlihat rapi di tempat kerja bukan hal yang baru. Kesuksesan seorang pekerja kerap kali diukur dari setelan pakaian rapi yang dipakai. Suasana yang lebih santai seperti di Silicon Valley, telah mengubah cara orang melihat gaya busana para profesional.
Dengan perubahan gaya bekerja saat ini, masihkan berpakaian rapi akan membuka jalan menuju kesuksesan.
Kolumnis Arabianbusiness, Tamara Pupic seperti dikutip Dream, Minggu, 31 Agustus 2014 mencoba menjelaskan apakah berpakaian mempengaruhi sukses seseorang dalam karier.
Apa yang dimaksud dengan " dress for success" ?
Sejak 1970-an, kekuatan gaya berpakaian Margaret Thatcher telah menjadi lambang aspirasi kaum perempuan untuk mencapai posisi manajerial dalam komunitas bisnis yang didominasi laki-laki di dunia.
Kemudian, label tertentu dari para desainer telah menjadi simbol status profesi dan lingkungan sosial tertentu. Kekuatan gaya berpakaian kantoran didukung oleh meningkatnya penggunaan kartu kredit dan telah membantu banyak orang menaiki jabatan tinggi atau mencapai gaya hidup mereka.
Apakah masih penting?
Ya. Standar santai yang diterapkan Silicon Valley mungkin akan mengarahkan Anda untuk berpikir bahwa pakaian bisnis tradisional dan simbol kekuatannya telah dilupakan sejak awal era 1990-an. Tapi jangan tertipu, gaya berpakaian kantoran masih hidup dan berlaku hingga kini.
Untuk pekerja yang berorientasi teknis dan berjam-jam menghabiskan waktu untuk melakukan coding, pakaian yang lebih nyaman memang dibutuhkan. Selain itu, sebuah perusahaan mungkin memiliki budaya kerja tertentu. Ambil contoh Google. Beberapa karyawan mereka bahkan disediakan treadmill sehingga mereka dapat berolahraga saat bekerja. Bagaimana Anda bisa melakukan itu dalam busana kantoran?
Apa aturan dasar itu?
Terlepas dari dress code apa yang dipakai dalam sebuah grup atau perusahaan, atau pakaian yang akan digunakan oleh pegawai perusahaan, aturan umum pertama adalah terlihat rapi dan bersih. Mengenakan pakaian bersih dan rapi, yang tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil, paralel dengan anggapan sebagai orang yang smart.
Bagi wanita, gaya rambut yang tepat, make up tipis, dan sepatu dengan hak sedang menjadi hal yang perlu diperhatikan. Menutupi tato dan seni tubuh lainnya sangat disarankan bagi pria dan wanita.
Last but not least, menjadi percaya diri akan selalu lebih penting daripada pakaian Anda.
Bagaimana dengan saya?
Tidak masalah jika gaya berpakaian Anda mencerminkan kewarganegaraan Anda, seperti jubah tradisional dan hiasan kepala yang dikenakan oleh orang-orang di beberapa negara.
Standar pakaian bisnis Barat adalah berpakaianlah seperti Anda ingin terlihat. Pakaian Anda menunjukkan tentang bagaimana Anda melihat diri sendiri, seberapa baik Anda akan masuk ke dalam kelompok dan bagaimana Anda akan memperlakukan pekerjaan Anda. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa petunjuk non-verbal selalu bisa berbicara banyak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya