Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Raksasa media sosial dunia, Twitter Inc, berencana membuka kantor di Indonesia antara tiga sampai enam bulan ke depan. Perusahaan melihat Indonesia sebagai negara berkembang yang bisa menunjang pertumbuhan Twitter.
Global President of Revenue and Partnerships Twitter In, Adam Bain seperti dikutip Dream dari The Wall Street Journal, Jumat, 29 Agustus 2014 mengatakan kantor barunya ini akan berlokasi di Jakarta dan menjadi pusat tim pengembangan penjualan dan bisnis.
Jakarta akan menjadi kota pertama yang menangani tugas-tugas regional di Asia Tenggara selain Singapura yang telah dibuka tahun lalu. Di kawasan Asia Pasifik, Twitter telah memiliki kantor di Seoul, Tokyo, dan Sydney.
Bain masih merahasiakan detil jumlah pegawai yang akan direkrut untuk mengisi pos kantor barunya ini.
" Anda lihat Indonesia dan Anda melihat besarnya audiens serta besarnya penggunaan Twitter, ini super-menyenangkan," katanya.
Pasar besar seperti Indonesia memang menjadi penting bagi Twitter, yang sedang berupaya meningkatkan jumlah penggunan sekaligus pendapatan iklan dari luar negeri.
Meski perusahaan tak menyebutkan jumlah pasti pengguna Twitter, sejumlah analis mengatakan Indonesia merupakan pasar besar dengan populasi mencapai 240 juta dan separuhnya berusia di bawah 30 tahun.
Di awal tahun ini, Twitter pernah mengungkapkan rencananya membawa program iklan ke 12 negara emerging market, khususnya di Eropa Timur dan Tengah.
Data Twitter mencapai pengguna aktif media sosialnya mencapai 271 juta per bulan, dimana 75 persen berlokasi di luar Amerika Serikat. Sayangnya, pendapatan Twitter dari penggunanya di luar AS ini justru memiliki porsi kecil.
Upaya mengembangkan sayap ke sejumlah negara seperti Indonesia, ujar Bain, diyakini bisa menyelesaikan tantangan tersebut. Memiliki pekerja lokal diharapkan bisa membantu perusahaan bekerja lebih dekat dengan agen iklan dan pemasaran. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya