Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Investor saham harus gigit jari menutup perdagangan pekan terakhir Agustus 2014. Sentimen negatif global dan domestik membuat pemodal membawa lari dananya jelar libur akhir pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 29 Agustus 2014 dengan melemah 47,61 poin (0,92%) ke level 5.136,86. Koreksi harga saham dari 163 emiten menyeret IHSG jatuh ke zona merah setelah seharian bergerak flat.
Transaksi perdagangan saham di BEI tercatat mencapai 6,11 miliar efek dengan uang yang berputar Rp 5,43 triliun. Selain 163 saham yang melemah, aksi jual beli ini mampu membawa 137 emiten bergerak mengua.
Meski melemah, tiga sektor saham masih sanggup menutup perdagangan di zona hijau. Emiten perdagangan tercatat mengalami penguatan tertinggi sebesar 0,7 persen, diikuti properti (0,25 persen) dan pertambangan (0,1 persen).
Sayangnya, penguatan ini justru tak menghampiri saham-saham syariah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,43 poin (0,84%) ke level 168,98.
Pelemahan itu dipicu oleh turunnya harga saham dari 111 emiten sementara hanya 85 yang menguat.
Laju indeks syariah hampir membawa harapan setelah sempat menyentuh zona hijau. Indeks ISSI mencetak level tertinggi di 170,64. Sayang, penguatan ini tak bertahan lama.
Sebanyak 42,71 miliar saham syariah telah diperdagangan sepanjang hari ini dengan menggelontorkan uang hingga Rp 3,56 triliun.
Pencapaian ISSI yang sempat menguat masih lebih baik dibandingkan indeks saham bluechips syariah yang bergelut di zona merah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya menutup perdagangan dengan terkoreks 10,39 poin (1,48%) ke level 691,13.
Koreksi harga saham bluechips syariah melanda 20 emiten sementara hanya 7 yang menguat. Nilai transaksi saham mencapai angka Rp 2,05 triliun.
Dari kawasan regional, bursa saham China (Hang Seng dan Shanghai Composiet) melaju sendirian di zona hijau. Nikkei Jepang sore ini melemah 35,27 poin (0,23%) begitu pula Strait Times yang menipis 2,5 poin (0,08%).
Sebaliknya, indeks Hang Seng dan Shanghai Composite justru bergerak menguat masing-masing 1,06 poin (0,00%) dan 21,38 poin (0,97%).
Beruntung koreksi yang dialami bursa saham Indonesia tak terasa di pasar keuangan. Rupiah sore ini bergerak menguat di level 11.685 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya