Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Melemah Ikut Arus Dunia

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 29 Agustus 2014 09:58
Indeks Syariah Melemah Ikut Arus Dunia
Pemodal kini beralih dari sentimen pengurangan alokasi BBM bersubsidi ke krisis yang kembali memanas di Ukraina

Dream - Setelah kembali bergerak menguat dalam dua hari terakhir, indeks saham syariah kembali dibuka melemah. Sentimen negatif dari bursa global membawa indeks masuk ke teritori negatif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pra-pembukaan perdagangan Jumat, 29 Agustus 2014, dibuka melemah 9,22 poin (0,18%) ke level 5.175,26. Pelemahan terseret koreksi harga saham dari 56 emiten.

Pelemahan IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan kendati dengan kisaran yang mulai berkurang. IHSG melemah hanya 7,68 poin ke level 5.175,33.

Di menit awal perdagangan jelang libur akhir pekan ini, perputaran dana di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 211,88 miliar. Uang itu bergulir dari hasil transaksi jual beli 170,15 juta saham.

Pemodal asing yang sebelumnya melakukan aksi beli, kini justru berganti haluan. Asing pagi ini menjual sahamnya dengan nilai Rp 17 miliar.

Sentimen negatif dari bursa Wall Street, AS yang berimbas pada bursa regional juga memaksa indeks saham syariah di BEI bergerak melemah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka di zona merah 170,07.

Hingga sekitar satu jam sejak pembukaan perdagangan, indeks ISSI telah terkoreksi 0,28 poin (0,16%) ke level 170,13. Meski 75 emiten syariah bergerak menguat, namun pelemahan pada 66 emiten lainnya cukup kuat membawa ISSI ke zona merah.

Nilai transaksi perdagangan saat ini telah mencapai Rp 714,65 miliar dengan 12,53 miliar saham yang beralih tangan.

Nasib serupa dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka melemah ke level 699,5. Indeks ISSI kini sudah terpangkas 2,19 poin (0,31%) ke level 699.32.

" Berkurangnya sentimen negatif dari masalah BBM Subsidi, telah membuat IHSG kemarin berhasil ditutup dengan signal positif, menembus resisten pertama di 5175," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.

Satrio mengatakan, pemodal kini justru menghadapi masalah lain berupa kondisi bursa regional yang masih cenderung memburuk sebagai imbas dari krisis di Ukraina.

" Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup dengan koreksi tipis 42,44 poin (-0.25%). Meski koreksi ini hanya tipis, posisi penutupan di level 17.079 tidak terlihat bagus, karena dibawah suport pertama 17.090," katanya.

Beri Komentar