Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Masker. (Foto: Shutterstock)
Dream - Tiongkok telah memesan masker buatan Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona. Bahkan para pembuat masker di Indonesia telah mendapat pesanan masker untuk tiga bulan ke depan.
“ Seluruh produksi masker sudah di-lock untuk China,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 3 Februari 2020.
Airlangga mengingatkan para pembuat masker untuk tetap menyiapkan stok untuk kebutuhan dalam negeri. Dia tak ingin masyarakat Indonesia sampai tidak kebagian masker untuk mencegah peredaran virus di Tanah Air.
Dikatakan bahwa semua negara hanya bisa melakukan pencegahan. Saat ini, antivirus belum ditemukan.
Moratorium turis atau kedatangan dari China pun sudah dilakukan berbagai negara dalam rangka pencegahan penyebaran virus. Penyebaran virus bisa lewat medium apa saja. Saat ini, semua negara masih menunggu perkembangan informasi tentang virus. Airlangga berharap anti virus corona segera ditemukan.
" Tinggal nunggu nasib aja sebenarnya," kata dia.
Menunggu ditemukannya vaksin, Airlangga mengatakan perlawanan terhadap virus utuk sementara waktu hanya bisa dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh. " Seberapa jauh mereka bertahan dari virus itu," kata Airlangga.
Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan industri penerbangan dan pariwisata jadi paling terdampak akibat virus corona. Banyak pembatalan penerbangan dari China yang bermaksud berlibur ke Indonesia.
" Di industri airline semua orang dari cina membatalkan penerbangan karena khawatir," kata dia.
Sementara itu dari sektor perdagangan pemerintah masih melakukan pengecekan. Dalam waktu dekat kata Airlangga, Presiden Joko Widodo akan menggelar rapat terkait dampak virus corona.
" Kami kita siapkan semuanya," ujar mantan menteri perindustrian itu.
Dream - Usai Lion Air Group, kini PT Garuda Indonesia Airlines Tbk menghentikan sementara penerbangan rute Tiongkok. Pembatalan ini menyusul peningkatan wabah virus corona dan status darurat global yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 3 Februari 2020, penghentian penerbangan dari dan ke Tiongkok berlaku mulai 5 Februari 2020 pukul 00.00 hingga waktu yang akan ditentukan. Rute Tiongkok yang dihentikan sementara adalah Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou, dan Xi’an.
Maskapai penerbangan pelat merah ini melayani sebanyak 30 frekuensi penerbangan setiap minggunya ke Tiongkok.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan penghentian penerbangan rute Tiongkok merupakan antisipasi penyebaran virus. BUMN ini ingin mengutamakan keselamatan penerbangan, penumpang, dan awak kabin.
“ Garuda Indonesia terus memantau situasi terkini serta dan akan mengambil tindakan yang diperlukan termasuk memberikan informasi terbaru khususnya terkait tindak lanjut atas layanan operasional penerbangan,” kata Irfan di Tangerang, Banten.
![]()
Melalui penundaan sementara penerbangan ke Tiongkok tersebut, Garuda Indonesia memberlakukan kebijakan yang fleksibel terkait mekanisme reschedule dan reroute untuk layanan penerbangan dari dan menuju Tiongkok.
Irfan juga menyarankan penumpang untuk mengecek jadwal penerbangan secara berkala melalui media sosial Garuda Indonesia, terutama rute-rute yang rawan penyebaran virus corona.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketentuan mekanisme refund, perubahan jadwal dan reroute rute penerbangan, penumpang dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 021-2351 9999 dan 0804 1 807 807. www.garuda-indonesia.com dan Twitter @GarudaCares.
Dream - Virus corona 2019Ncov kembali memakan korban jiwa, kali ini terjadi di Filipina. Pada Minggu 2 Februari 2020 hari ini, pihak pemerintah Filipina mengumumkan kalau ada warga China di Filipina yang meninggal dunia virus corona.
Kasus kematian pasien corona di Filipina, merupakan yang pertama terjadi di luar China. Departemen Kesehatan Filipina mengatakan laki-laki 44 tahun asal China yang berasal dari Wuhan itu dirawat pada 25 Januari lalu setelah mengalami batuk-batuk, demam, dan sakit tenggorokan.
Dia menderita pneumonia akut dan dalam beberapa hari terakhir pasien menunjukkan kondisi stabil dan ada kemajuan. Ternyata dalam 24 jam terakhir kondisi pasien terus memburuk hingga meninggal dunia.
" Ini yang pertama kali kematian terjadi di luar China," kata Rabrindra Abeyasinghe, perwakilan WHO untuk Filipina kepada wartawan.
Korban adalah kasus kedua yang tercatat di Filipina. Pejabat kesehatan Filipina membenarkan kematian pasien itu dalam jumpa pers hari ini. Filipina melaporkan kasus pertama virus corona pada Kamis pekan lalu.
Hingga kini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 304 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) secara resmi menyatakan virus corona merupakan darurat kesehatan global. Hal ini dinyatakan dalam pertemuan kedua Emergency Committee bersama dengan Direktur Jenderal WHO pada hari Kamis, 30 Januari 2020 kemarin waktu Jenewa.
Mengutip laman resminya, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mendeklarasikan, wabah virus corona 2019-nCoV merupakan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
Dalam pertemuan pertamanya, WHO belum menyatakan status darurat kesehatan global. Namun, mengingat adanya peningkatan yang signifikan jumlah kasus dan negara yang melaporkan semakin bertambah, pertemuan kedua pun dilakukan. Dalam konferensi persnya, Tedros mencatat bahwa terjadi penyebaran virus yang mengkhawatirkan di luar China.

" Alasan utama deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China tetapi karena apa yang terjadi di negara lain. Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi virus ini menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah serta tidak siap untuk menghadapinya" ujar Ghebreyesus.
Laporan Pandasurya/ Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya