Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Sumirah (berjilbab Abu-abu) Meraup Omzet Rp30 Juta Per Bulan Dari Bisnis Konveksi.
Dream – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) acapkali dipandang sebelah mata, terlebih jika bisnisnya menggunakan bahan sisa produksi pabrik. Tetapi, siapa sangka usaha seperti ini justru berbuah manis.
Seorang wanita bernama Sumirah membuktikannya. Melalui bisnis “ HS Collection”, Sumirah menyulap kain sisa menjadi sejumlah pakaian seperti gamis, kaos, piama, sampai pakaian dalam.
Untuk menjalankan bisnis konveksinya, Sumirah memanfaatkan pembiayaan syariah dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM).
“ Saya mendapatkan pinjaman untuk keberlangsungan usaha konveksi awalnya Rp200 juta, kemudian ditambah Rp200 juta lagi baru enam bulan ini,” kata Sumirah di lokasi usahanya di Citeureup, Bogor, ditulis Kamis 14 September 2017.
Dengan modal itu, wanita asal Pulau Madura ini mengembangkan usaha konveksi dengan mendaur ulang bahan sisa. Bahan dia dapatkan dari sejumlah pabrik tekstil di Cileungsi dan Cikampek dengan harga yang lebih miring.

“ Kalau pakai daur ulang, modalnya lebih murah 75 persen daripada beli bahan rol. Sekali belanja bahan, (modal yang dikeluarkan) sekitar Rp5 juta-Rp10 juta,” kata dia.
Jika membincangkan omzet, kamu pasti terkagum. Dari usaha yang sudah berdiri pada 2013, Sumirah mampu meraup omzet Rp30 juta per bulan atau Rp1 juta per hari.
Sumirah menjual produk konveksinya secara eceran. Karyawannya pun turut menjajakan pakaian-pakaian HS Collection di kampung sekitar Citeureup. Dia juga menjual pakaiannya secara grosir ke pabrik.
Untuk masalah desain, Sumirah memercayakannya kepada keponakan. Saat ini, ada enam orang ibu rumah tangga yang menjadi karyawan Sumirah dan menjahit pakaian-pakaian HS Collection.

Sekadar informasi, Sumirah sudah membuka toko konveksi di Madura dan berencana menambah dua toko lagi di sana. Berkat usahanya, wanita ini mampu menyekolahkan anak sulungnya di Malaysia.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya