Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Syariah Tidak Mengenal Riba Alias Bunga.
Dream – Saat ini, ekonomi syariah, termasuk perbankan syariah, menjadi primadona di dunia, termasuk Indonesia. Sistem ekonomi dengan prinsip Islami ini dinilai menjanjikan di tengah situasi perekonomian dunia yang penuh ketidakpastian.
Satu pertanyaan muncul. Apa itu perbankan syariah dan apa bedanya dengan sistem konvensional?
Anggota Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Mohammad Hidayat, menjelaskan dalam praktik ekonomi syariah, termasuk perbankan syariah, tidak dikenal sistem bunga alias riba. Dalam kajian hukum agama, riba ini termasuk perkara haram.
“ Islam memandang bunga identik dengan riba. Perspektif ini ternyata juga berlaku di agama-agama lain,” kata Hidayat di Bandung, Jawa Barat, Rabu 21 Desember 2016.
Dia mengatakan riba merupakan tambahan yang ditentukan di awal. Besarannya diambil dari pokok pinjaman dan akan membesar seiring lamanya pinjaman.
" Riba dibebankan kepada peminjam dan bersifat memaksa," kata Hidayat.
Sementara dalam sistem perbankan syariah menggunakan sistem bagi hasil. Bagi hasil ini berlaku tidak hanya terkait keuntungan, tetapi juga kerugian seperti gagal bayar.
" Jika terjadi gagal bayar, bank bisa mengenakan takwid (ganti rugi). Jadi, peminjam hanya perlu membayar berapa bagian dari kerugian yang terjadi," tutur dia.
Lebih lanjut, Hidayat mengatakan sistem perbankan syariah memandang uang bukan sebagai komoditas, melainkan sebatas alat tukar.
" Dalam sistem syariah, uang tidak bisa menghasilkan uang, kecuali sudah dimanfaatkan dalam ekonomi riil," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya