Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah sukses mempertahankan laju penguatannya. Disokong kondisi regional yang bergerak naik, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) juga bertengger di zona hijau.
Namun laju dua indeks acuan ini sempat mengalami tekanan terlihat dari gerak ISSI dan JII yang terpeleset ke zona negatif.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 26 Januari 2016, indeks ISSI bergerak menanjak 0,717 poin (0,42%) ke level 173,298.
Sementara indeks JII juga ditutup menguat 3,483 poin (0,50%) ke level 699,373.
ISSI memulai perdagangan dari zona positif dengan menguat ke level 172,971. Di tengah perdagangan, ISSI memang sempat tertekan dan jatuh ke level terendah 172,252.
Munculnya aksi beli jelang di sesi kedua perdagangan berhasil membawa ISSI kembali masuk ke zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariahkali ini mencapai Rp3,96 triliun dengan 132,94 miliar saham yang berpindahtangan.
Papan perdagangan ISSI didominasi saham-saham yang bergerak menguat sebanyak 103 emiten. Namun 92 anggota ISSI lainnya masih menghadapi tekanan dan ditutup melemah.
Laju sebagian indeks sektoral juga didominasi penguatan. Indeks sektor industri dasar kembali menjadi motor bursa saham Indonesia dengan menguat 1,04 persen. Diikuti sektor infrastruktur yang naik 0,95 ersen dan pertanian 0,55 persen.
Indeks sektor industri aneka menjadi satu-satu yang bergerak melemah dengan koreksi 0,30 persen.
Jajaran top gainer saham bluechips syariah dihuni oleh emiten INTP yang naik Rp500, UNTR Rp 275, SMGR Rp 175, INCO Rp 120, dan PGAS Rp 80 per saham.
Di sisi berbeda, saham PTBA harus mengalami koreksi harga terdalam usai melemah Rp 175 per saham. Top losser indeks JII lainnya dihuni UNVR yang melemah Rp 100, ICBP Rp 50, LPPF Rp 50, dan AKRA Rp 25 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Dibuka melemah, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik 55 poin (0,42%) menjadi 13.305 per dollar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya