Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan
Dream - Dianggap berkinerja bagus di awal berjalannya Kabinet Kerja, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan kini justru menjadi sorotan. Bukan sepak terjangnya di lapangan namun lambannya penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan.
Sepanjang semester I-2015, realisasi penyerapan anggaran di Kementerian/Lembaga (K/L) dianggap masih lamban. Pengelola penunjang infrastruktur di Indonesia ini tercatat baru membelanjakan anggaran Rp 261 triliun atau 32,8 persen dari alokasi belanja Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2015.
Salah satu yang paling mencolok hasil kinerja penyerapan anggarannya adalah Kementerian Perhubungan. Kementerian yang dipimpin Ignasius Jonan ini baru membelanjakan Rp 7,3 triliun atau 11,3 persen dari total PAGU Rp 65 triliun.
Saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2015, Jonan mengaku kontrak dari semua pekerjaan yang diampu Kemenhub sudah terlaksana sekitar 60-70 persen. Meski demikian, realisasi penyerapan anggaran belum sejalan dengan proyek yang sudah dikerjakan.
Secara tak langsung ia menduga, hal tersebut terjadi lantaran mekanisme pengambilan anggaran negara yang sulit sehingga penerimaan ke Kementerian pun lambat.
" Memang, penyerapan kecil saat ini karena memang uang muka diambil belakangan, atau yang sudah hampir selesai baru diambil uangnya," kata Ignasius Jonan.
Jonan mengeluhkan, kejadian tersebut membuat penyerapan dan pekerjaan yang dilakukan tidak sinkron. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya