Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dibayangi ancaman kredit macet dan turunnya profitabilitas, industri perbankan nasional dipastikan masih dalam situasi aman. Dengan ketahanan perbankan nasional yang masih cukup kuat, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan nasabah bisa tetap tenang dengan simpanannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo usai menghadiri pertemuan Forum Koordinasi Stabilitas di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 14 Agustus 2015.
Lelaki yang akrab disapa Heru ini melanjutkan, hingga saat ini tidak ada bank yang ditutup, terancam ditutup ataupun terancam gagal karena kesulitan ekonomi.
" Pada kuartal I 2015, ada 1 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ditutup. Sedangkan pada kuartal II ada 1 BPR lagi yang ditutup. Kedua BPR itu pun kecil, asetnya kurang dari Rp 10 miliar lokasinya di Sumatera dan Jawa Tengah," kata Heru.
Ia menegaskan, kedua BPR itu pun tidak ditutup karena kesulitan ekonomi. " Kasusnya bukan ekonomi tapi moral hazard internal. Tidak ada hal-hal yg sangat bergejolak di perbankan," ungkapnya.
LPS juga telah melakukan uji ketahanan terhadap bank-bank dengan asumsi yang lebih buruk. " Tapi resistensi perbankan kita lumayan baik," Heru mengakui.
Heru mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak khawatir terhadap kondisi perbankan saat ini. Sebab, LPS menjamin seluruh nasabah dengan simpanan kurang dari Rp 2 miliar dan bank-bank yang suku bunga depositonya memenuhi LPS Rate yaitu 7,75 persen.
Hingga kini, jumlah nasabah perbankan mencapai 156 juta rekening dan 96,4 persen di antaranya mendapat jaminan penuh dari LPS. " Ini sesuatu yang baik sekali, mereka (nasabah) tentu tenang kalau ada bank yang bermasalah," tutup Heru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya