Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sentimen positif regional mengangkat bursa saham nasional menutup perdagangan di zona hijau. Dua indeks saham acuan syariah bahkan melonjak signifikan.
Aksi rebound yang dicetak pasar modal Indonesia ini sayangnya harus dibayangi dengan aksi jual besar-besaran investor asing. Tercatat dana sekitar Rp 1,12 triliun keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 4,192 poin (2,96%) ke level 145,868.
Aksi beli investor lokal berhasil menjaga laju ISSI di zona hijau. Sejak awal perdagangan, ISSI terus menguat dan menyentuh level tertinggi di 146,225.
Kembalinya investor lokal berburu saham mendorong 152 emiten syariah ditutup menguat. Namun, 42 emiten syariah masih tertekan aksi jual dan 38 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,17 triliun dengan 36 miliar saham yang berpindahtangan.
Investor di sektor industri aneka dan perkebunan menjadi penyokong laju ISSI. Kedua indeks ini menguat 4,94 persen dan 4,20 persen.
Seluruh indeks sektoral hari ini ditutup sumringan. Dengan kenaikan terkecil dicetak saam sektor perdagangan sebesar 1,09 persen.
Tak digubrisnya aksi jual asing juga dialami Jakarta Islamic Index (JII). Indeks acuan saham bluechips syariah ini melesa 19,984 poin (3,41%) ke level 605,391.
Indeks JII bahkan sempat menembus level tertinggi di 608,160. Namun aksi jual asing memangkas penguatan JII.
Sebanyak 25 emiten unggulan syariah menutup perdagangan di zona hijau. Dipimpin UNVR dan AALi yang menguat Rp 1.350 dan Rp 1.150 per saham.
Top gainer indeks JII lainnya adalah INTP yang naik Rp 925, INDF Rp 375, dan ASII Rp 325 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga meroket usai naik 104,759 poin (2,34%) ke level 4.584,250. Lantai bursa berhasil menghimpun dana investor hingga Rp 5,28 triliun.
Kabar positif juga muncul dari pasar keuangan. Bank Indonesia dan OJK yang berjanji mengawal rupiah berhasil mencegah pelemahan kurs rupiah lebih dalam.
Sore ini rupiah tercatat menguat 57 poin (0,41%) ke level 13.704 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya