Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rahmat Gobel (Kiri) Memberikan Penjelasan Kepada Mendag Baru Thomas T Lembong (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Dream - Memenuhi janjinya bekerja untuk rakyat, Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan merombak jajaran kabinet kerjanya. Target kali ini adalah para panglima menteri atau biasa disebut Menteri Koordinator.
Dari enam menteri dan pejabat setingkat menteri yang diganti, nama Thomas T Lembong merupakan salah satu sosok paling disorot netizen. Bahkan sempat memduduki nomor satu di pencarian Google Trends Indonesia hari ini.
Jokowi mempercayakan Thomas sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) menggantikan pengusaha dan pendiri Panasonic Indonesia, Rahmat Gobel.
Mengutip laman Bloomberg, Kamis, 13 Agustus 2015, Thomas Lembong selama ini lebih banyak bergerak sebagai profesional. Dia adalah salah satu pendiri dari perusahaan investasi Quvat Management Pte Ltd.
Di Quvat Management, Tom sapaan Thomas Lembong pernah menjabat sebagai CEO, Managing Partner, selain sebagai salah satu pendiri perusahaan tersebut.
" Lembong telah menjadi partner Quvat Management Pte Ltd sejak 2006," ungkap Bloomberg dalam situsnya.
Awal karir profesionalnya dimulai ketika bekerja sebagi Equity Divison dari perusahaan keuangan internasional, Morgan Stanley di salah satu cabangnya di Singapura. Di perusahan ini, Tom berkarir sekitar satu tahun sejak 1995-1996.
Selanjutnya pada 1999-2000, Tom menjadi bankir investasi di perusahaan keuangan Deutsche Securities Indonesia.
Namanya mulai mencuat setelah dibajak pemerintah untuk menjadi salah satu petinggi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Tom menjabat sebagai kepala divisi dan Senior Vice Presiden BPPN dari tahun 2.000 sampai 2002.
Jabatan yang dipegangnya itu membuat Tom sering dikutip media di Tanah Air terkait penualan aset-aset obligor kakap.
Purna tugas dari BPPN, Tom kembali melanjutkan karir profesional di industri keuangan. Kali ini, Tom menjadi manajer investasi dari Farindo Investment hingga tahun 2005. Sebelum akhirnya berlabuh sebagai partner dari Quvat Management hingga saat ini.
Pada 2012, Tom juga sempat menjadi komisaris dari perusahaan pemilik bioskop di Indonesia, Blitz. Dilah komisaris utama dari PT Graha Layar Prima Tbk.
Jalur pendidikan Thomas Lembong memang tak meragukan. Tom adalah lulusan universitas bergengsi Paman Sam, Harvard University pada 1994. Dia mengambil studi di bidang architecture and urban design. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya