Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (Antarafoto.com)
Dream - Pertemuan otoritas keuangan tertinggi di Tanah Air, Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) bergerak cepat mencegah pelemahan rupiah dan perlambatan ekonomi. Forum yang terdiri dari lima lembaga terkait berjanji akan memperkuat komitmennya menyinergikan kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kebijakan jangka pendek FKSSK akan difokuskan pada dua isu utama yaitu peningkatan investasi baik dari sisi pemerintah maupun swasta. Isu kedua, kebijakan meningkatkan daya beli masyarakat dalam rangka menjaga konsumsi domestik.
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro usai pertemuan FKSSK di kantornya, Kamis, 11 Agustus 2015 mengatakan upaya meningkatkan investasi akan diserahkan kepada masing-masing lembaga dalam mengeluarkan kebijakan percepatan belanja.
Kebijakan juga mencakup stimulus untuk meningkatkan investasi korporasi dan daya saing produk dalam negeri termasuk kebijakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
" Anggota FKSSK juga memperkuat koordinasi kebijakan untuk meningkatkan peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam perekonomian," ungkap Bambang.
Terkait belanja dan stimulus, Dia melanjutkan, Kementerian Keuangan telah menerbitkan kebijakan pengamanan penerimaan dan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baik dari penerimaan pajak maupun utang.
Strategi peningkatan penerimaan pajak nantinya difokuskan pada reinventing policy, penerapan faktur pajak elektronik dan ekstensifikasi. Sementara pembiayaan APBN dari utang akan diarahkan untuk menjaga stabilitas pasar SBN, pendalaman pasar dan pengembangan basis investor.
Untuk memacu daya beli masyarakat, selain sinergi, FKSSK akan membantu menurunkan harga barang dan jasa serta meningkatkan ketersediaan kredit yang disalurkan melalui lembaga keuangan.
" Peningkatan ketersediaan kredit dilakukan melalui relaksasi kebijakan makroprudensial dan mikroprudensial dengan tetap memperhatian prinsip kehati-hatian," pungkas Bambang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya