Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (treasurytoday.com/)
Dream - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 13 ribu per dolar AS tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, kondisi ini merupakan pola pembentukan keseimbangan baru dalam sistem mata uang dunia.
Seperti dikutip dari website Kementerian Keuangan, Selasa, 10 Maret 2015, Bambang menambahkan pelemahan rupiah ini juga tidak dapat disamakan dengan kondisi pada saat terjadi krisis moneter tahun 1998.
" Kondisinya tentu sekarang berbeda, artinya perjalanan (nilai tukar) jadi Rp13.000 (per dolar AS) itu bukan perjalanan yang karena depresiasi ratusan persen, tapi ini adalah memang ada suatu pola pembentukan keseimbangan baru dalam sistem mata uang dunia," ujar Bambang.
Bambang menyatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir lebih disebabkan oleh tren penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang dunia.
" Kenapa hari-hari ini pressure yang cukup tinggi, tentunya tren penguatan dolar terhadap hampir semua mata uang itu terus terjadi," tambahnya.
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, sesuai ketentuan perundangan, Bank Indonesia dalam hal ini tidak menargetkan nilai tukar rupiah pada titik tertentu.
" BI sesuai dengan undang-undang bukan action range targeting, dia tidak menargetkan suatu tingkat nilai tukar tertentu, yang dia targetkan adalah inflasi," jelasnya.
Selain itu, lanjut Bambang, hal terpenting terkait nilai tukar adalah stabilitasnya. " Mengenai kurs yang penting itu adalah kestabilannya," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya