Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Menkoperekonomian, Airlangga Hartarto Dikabarkan Positif COVID-19.
Dream – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya mengakui pernah terinfeksi virus Covid-19 beberapa waktu lalu. Kabar kondisi kesehatan ini sempat menjadi pertanyaan setelah Airlangga mengikuti donor plasma konvalense yang digelar Palang Merah Indonesia, Senin, 18 Januari 2021.
Meski tak mengakui langsung, Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan jika pendonor plasma konvalense hany bisa dilakukan maksimal 3 bulan setelah sembuh.
“ Plasma konvalesen diberikan oleh donor yang penyitas COVID maksimal 3 bulan setelah sembuh,” kata Airlangga kepada Merdeka.com, dikutip pada Rabu 20 Januari 2021.
Menurut Airlangga, langkahnya menjadi pendonor plasma sebagai bentuk bersyukur sekalgus upayanya menyelematkan jiwa pasien Covid-19.
Hingga saat ini penyitas Covid-19 terdapat 74.5935. Jika 10 persen ikut mendonorkan maka akan menyelamatkan 70 ribu jiwa. Sementara itu, kata Airlangga, target PMI 5000 plasma pertahun atau 60 ribu pertahun.
" Sukseskan saja gerakan donor plasma darah sebagai bagian dari bersyukur sekaligus menyelamatkan jiwa. Kapan lagi Anda bersyukur dan menyelamatkan jiwa manusia sesama kita?" kata Airlangga.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengakui bahwa tidak mengetahui kabar Airlangga pernah terpapar Covid-19.
“ Kami tidak tahu juga kalau positif dan tidak ada pemberitahuan resmi,” kata Heru kepada Merdeka.com.
Menurut Budi, orang yang berhak mengumumkan kabar terpapar Covid-19 adalah Airlangga sendiri. Tidak hanya Airlangga, Heru juga menjelaskan pihak Kementerian Perekonomian juga sebaiknya menyampaikan kepada publik.
“ Harus yang bersangkutan yang menyampaikannya sendiri bahwa seseorang yang terpapar virus covid harus dari yang bersangkutan dan harus dari Kemenko jubir nya yang harus sampaikan ke publik,” ungkap Heru.
Kabar tentang Airlangga terserang Covid-19 sebelumnya masih simpang siur ketika rekannya sesama anggota kabinet tak mengetahui perihal kesehatan Menko Perekonomian tersebut. Menko PMK Muhadjir Effendy tidak mengetahui secara pasti terkait Airlangga yang pernah terpapar Covid-19. Dia meminta agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada Airlangga.
“ Secara pasti saya tidak tahu, sebaiknya tanyakan langsung kepada beliau,” kata Muhadjir.
Nama Airlangga sempat disebut Muhadjir saat acara donor darah plasma konvalense di kantor PMI pada Senin kemarin.
“ Yang saya hormati Bapak Menko Bidang Perekonomian bapak Airlangga Hartarto yang pada hari ini menjadi salah satu penyitas yang mendonorkan plasma konvalesennya,” kata Muhadjir.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?