Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menko Perekonomian Sofyan Djalil (ekon.go.id)
Dream - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A. Djalil mengakui, Indonesia mengalami kerugian besar setelah tujuh tahun absen dari pertemuan kerjasama Joint Economic Commission dengan Iran.
" Akhir-akhir ini, kita kurang memperhatikan untuk datang pada pertemuan tersebut. Akibatnya, neraca perdagangan kita turun dari sekitar dua miliar dolar menjadi hanya 150 juta dolar," kata Sofyan saat ditemui di kantornya, seperti dikutip Dream, Rabu, 27 Mei 2015.
Sofyan menyebut, Iran sebetulnya negara mitra potensi bagi Indonesia untuk menjalin kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan.
" Selama ini ekspor terbesar kita itu kelapa sawit, kertas, karet, ban mobil. Sementara dari Iran, kita banyak butuh migas, petrochemical," tutur lelaki berkumis tebal itu.
Tak ingin kehilangan kesempatan, Indonesia pun memutuskan kembali kembali mengikuti Joint Economic Commision untuk menjajaki kembali perdagangan dengan Iran. " Apalagi kalau nanti Iran sudah selesai dari masalah sanksi," ujarnya.
Mengenai skema pembayaran dalam kerjasama bilateral tersebut, Sofyan mengatakan akan ada banyak cara yang dapat dilakukan.
" Solusinya banyak cara. Banyak negara yang bisa melakukan transaksi dengan Iran tanpa melanggar sanksi dagang," tutup suami akademisi Ratna Megawangi tersebut.
Laporan: Kurnia Yunita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya