Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dipicu aksi beli pemodal asing, bursa saham Indonesia berbalik menguat. Meski pemodal masih berhati-hati menghadapi kemungkinan sinyal negatif dari bursa global.
Tiga indeks sektoral menjadi motor penggerak indeks saham lokal. Dipimpin emiten sektor consumer, disusul infrastruktur, dan pertanian.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 26 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,390 poin (0,82%) ke level 170,954. ISSI mantap melaju di zona positif sepanjang perdagangan hari ini.
Penguatan ISSI dipicu naiknya harga saham dari 100 emiten syariah. Namun ISSI sedikit tertahan aksi jual saham dari 89 emiten syariah.
Sepanjang perdagangan saham hari kedua pekan terakhir Mei ini ISSI bergerak nyaman di zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 171,922. Posisinya terendahnya dicetak di 169,764.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,05 triliun dengan 31,37 miliar saham beralihtangan.
Lebih dari separuh saham bluechips syariah juga menutup perdagangan di zona hijau. Alhasil, indeks Jakarta Islamic Index (JII) sukses menutup sesi perdagangan di wilayah positif.
Indeks JII ditutup menguat 8,037 poin (1,13%) ke level 719,302. JII sempat menyentuh level tertinggi di 724,293 dan terendah 712,015.
Aksi beli pelaku pasar pada 5,9 miliar saham berhasil mengangkat 18 emiten bluechips syariah ke zona hijau. Sebaliknya, 8 emiten keping biru lainnya tertahan aksi jual dan 4 lainnya stagnan.
Saham UNVR memimpin daftar emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi usai menguat Rp 1.325 (2,98%). Top gainer lainnya dihuni AALI yang naik Rp 700, PGAS Rp 175, PTBA Rp 175, dan ICBP Rp 150 per saham.
Gerak nyaman indeks saham syariah akhirnya berhasil diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dibuka melemah, IHSG ditutup menguat 32,539 poin (0,62%) ke level 5.320,901.
Lantai bursa kali ini relatif sepi dari transaksi dengan hanya mencetak nilai Rp 4,72 triliun. Pemodal asing yang dua hari terakhir melakukan aksi jual kini mencetak nett buy Rp 132,53 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah masih berada dalam tekanan. Rupiah sore ini bertahan di level 13.202 per dolar AS, atau melemah 15 poin (0,11%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya