Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Pemerintah kembali berencana masuk ke pasar surat utang syariah (sukuk) internasional melalui penerbitan Sukuk Global sebesar 2 miliar dolar AS, dengan tenor 10 tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2025. Setelmen akan dilaksanakan pada 28 Mei 2015.
Ini merupakan penerbitan sukuk global terbesar yang dikeluarkan oleh Pemerintah sejak tahun 2009, dan bahkan juga merupakan penerbitan Global Sukuk dalam satu tranche (single-tranche) terbesar di dunia. Sukuk global ini diterbitkan pada harga par dengan imbalan sebesar 4,325 persen dan telah memperoleh peringkat Baa3 dari Moody's, BB+ dari S&P dan BBB- dari Fitch.
Sukuk global ini diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan struktur Wakalah dengan dua macam underlying. Pertama, Barang Milik Negara berupa tanah dan bangunan, sebesar 51 persen. Kedua, proyek-proyek pemerintah, sebesar 49 persen.
Dalam keterangan resminya, Selasa, 26 Mei 2015, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko menyatakan bahwa sukuk global ini diterbitkan oleh Pemerintah melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN. Sementara itu, penerbitannya akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing).
Sebagai informasi, penerbitan sukuk global ini adalah penerbitan keenam sukuk berdenominasi dolar AS, dan keempat kalinya diterbitkan dalam Islamic Global Medium Term Notes (Islamic GMTN) Program yang telah ditingkatkan menjadi senilai 10 miliar dolar AS.
Transaksi ini dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan pemerintah tahun 2015, sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di pasar global.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?