Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham domestik akhirnya bereaksi terhadap sentimen kepastian kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. Seluruh indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersungkur di awal perdagangan.
Aksi jual pemodal asing juga ikut menekan laju indeks yang kemarin sempat ditutup menguat.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,538 poin (0,31%) ke level 170,416 di sesi prapembukaan.
ISSI terseret pelemahan harga saham dari 25 emiten syariah. Laju ISSI ke zona hijau memang cukup berat dengan hanya bertahan pada 3 emiten ISSI yang bergerak naik.
Pelaku pasar memulai transaksi perdagangan dengan mengelontorkan dan Rp 15,74 miliar dan 51,58 juta saham yang berpindahtangan.
Di sesi pembukaan, ISSI masih belum bisa berbuat banyak. ISSI justru semakin melemah 0,594 poin (0,35%) ke level 170,360
Pelemahan ISSI ikut berimbas pada saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) memulai sesi pemanasan dengan melemah 2,764 poin (0,38%) ke level 716,538.
JII kembali terpanngkas 2,914 poin (0,41%) ke level 716,388 di sesi pembukaan. Hingga 13 menit waktu perdagangan, JII sudah dihuni 19 emiten yang bergerak melamah dan 6 lainnya masih menikmati aksi beli.
Secara keseluruha, bursa saham Indonesia memang tengah berada dalam tekanan. Terbukti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 24,664 poin (0,46%) ke level 5.296,237
IHSG kembali melemah 20,980 poin (0,39%) ke level 5.299,921 di sesi pembukaan. Aksi jual beli di awal sesi ini menciptakan transaksi Rp 36,97 miliar dengan 71,75 juta saham beralihtangan.
Pemodal asing kembali mencetak nett sell dengan dana tertarik hingga Rp 13,71 miliar
Emiten keuangan, perkebunan dan porperti mengalami tekanan jual dengan melemah 0,83% dan 0,71 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sedikit menguat. Rupiah pagi ini dibuka naik tipis ke level 13.205 per dolar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya