Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kementerian PANRB Menggandeng Polri Untuk Mengawal Pelaksanaan CPNS 2018. (Foto: Kementerian PANRB)
Dream – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin, menginginkan pelaksanaan CPNS 2018 berlangsung transparan dan bersih. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, kementeriannya menggandeng Kepolisian Negara Indonesia (Polri).
Kehadiran Polri diharapkan dapat membantu proses pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS, baik pengamanan fisik maupun siber.
“ Supaya mereka yang berjuang, ikut seleksi CPNS, bisa menerima hasilnya dengan ikhlas. Kalau dia lulus, Alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima,” kata Syafruddin, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 28 September 2018.
Nota Kesepahaman itu ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu, Atmaji, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, Sekretaris Utama BKN Supranawa Yusuf, dan Asisten Polri Bidang Operasi, Irjen Pol. Deden Juhara, disaksikan oleh Syafruddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Bima Haria Wibisana, dan Kapolri, Tito Karnavian.
Syafruddin mengatakan ujian seleksi CPNS untuk mengisi formasi sebanyak 238.015 pada bulan Oktober ini harus memberikan kepastian kepada masyarakat yang mengikuti seleksi. Masyarakat harus diyakinkan bahwa yang dihasilkan dari seleksi ini benar-benar murni, tak ada gangguan, atau rekayasa dari pihak-pihak lain.
" Kita belajar dari keberhasilan Polri dalam rekrutmen di lingkungan kepolisian beberapa tahun ini yang sangat bersih dan tak ada gejolak," kata dia.
Menurut Syafruddin, Polri juga diharapkan membantu proses seleksi CPNS 2018 dengan melakukan pengamanan secara teknologi untuk gangguan sistem IT, dan peretas. Dia juga meminta semua niat negatif dalam pelaksanaan CPNS 2018 ini dihentikan.
" Ini atas nama negara. Bapak Presiden sudah menugaskan kita semua untuk menjadi ujung tombak dalam penerimaan CPNS ini. Demi kepentingan bangsa dan negara, dan masyarakat," kata dia.
Tito menyambut baik pelibatan polisi dalam rekrutmen CPNS 2018. Dia mengatakan pelaksanaan CPNS ini melibatkan massa yang besar.
“ Tentu ada yang puas, ada yang tak puas. Ini potensi gejolak,” kata dia.
Jika terjadi gejolak, lanjut Tito, polisi pasti akan ikut terlibat dalam proses pengamanan.
" Biasanya, kami di polisi kadang menerima residu, menerima ujungnya saja. Dengan terlibat semenjak awal, potensi-potensi ketidak-puasan sudah dapat kita redam sedini mungkin,” kata dia.
Tito menyebut rekrutmen akan dilakukan transparan dan bersih kalau dilakukan seperti ini. " Sehingga mereka yang ikut seleksi akan tahu mengapa dia tidak lulus kalau tidak lulus, dan mereka yang lulus akan diterima oleh yang lain,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya