Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Lolos dari tekanan sentimen negatif dalam dan luar negeri, bursa saham Indonesia menutup perdagangan di zona hijau.
Menguatnya sebagian besar indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terjadi di tengah kurs rupiah yang kembali terhempas.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,504 poin (0,30%) ke level 166,859.
Pelaku pasar cukup aktif menggelar aksi beli meski bursa regional didera pelemahan. Sebanyak 110 emiten syariah berhasil menembus zona positif. Sementara 84 lainnya tertekan aksi jual dan 52 emiten bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencetak angka Rp 3,12 triliun dengan 30,30 miliar efek syariah yang berpindahtangan.
Sepanjang perdagangan hari ini, ISSI cukup nyaman melaju di teritori positif. ISSI hanya sempat melemah ke posisi terendah di 166,441. Namun, ISSI sukses menembus level tertinggi di 167,303.
Aksi beli juga melanda saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 0,793 poin (0,11%) ke level 696,954.
JII sempat menyentuh level tertingginya di 701,709 dan terendah di 696,443. Aksi jual beli investor menghantarkan 17 penghuni JII ke zona positif. Sisanya, 12 emiten mencetak koreksi harga dan 1 lainnya stagnan.
Emiten perkebunan milik kelompok Astra, AALI menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.925 per saham. Daftar top gainer lainnya dihuni oleh INTP yang menguat Rp 425, ITMG Rp 350, INDF Rp 275, dam UNTR Rp 250 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menahan aksi jual jelang penutupan dengan menguat 33,130 poin (0,64%) ke level 5.205,612.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.217,110 dan terendah 5.173,526. Lantai bursa sore ini sukses menghimpun dana masyarakat hingga Rp 5,27 triliun dengan 53,77 miliar saham beralihtangan.
Pemodal asing belum juga beranjak dari aksi jual dengan mencetak nett sell Rp 398 miliar. Angka ini meningkat hampir 5 kali lipat dari perdagangan kemarin.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang naik tipis 0,02 persen sementara Hang Seng tergerus 1,12 persen.
Nilai tukar rupiah juga belum beranjak dari tekanan jual investor. Menguatnya dolar AS membuat mata uang dunia tertekan.
Kurs rupiah sore ini melemah di level 13.198 per dolar AS atau terdepresiasi 44 poin (0,33%). Rupiah bahkan sempat terjun ke level 13.228 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya