Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Titik Nol IKN (Foto: Liputan6/Abdul Jalil)
Dream - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meyakinkan proyek Ibu Kota Negara (IKN) masih menarik minat banyak investor. Keyakinan itu datang meskipun perusahaan keuangan dunia, SoftBank membatalkan rencana investasinya.
Bahlil mengungkapkan sejumlah investor global masih berkomitmen untuk menanamkan modalnya di ibu kota yang akan menggantikan peran pusat pemerintahan Indonesia itu.
" IKN itu investornya sudah ada, dari UEA, China, beberapa negara Eropa, Taiwan, Korea Selatan, itu ada," katanya dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 15 Desember 2022.
Menurut Bahlil, Softbank memutuskan mundur dari rencana investasi di proyek IKN Karena pemerintah Indonesia menginginkan model investasi yang adil.
" Proposal yang ditawarkan, menurut kami, untung bagi dia, nggak untung ke negara. Dan kami nggak mau didikte," tegasnya.
Salah satu contoh tawaran yang disampaikan Softbank adalah perusahaan tersebut menentukan tingkat pengembalian modal atau internal rate of return (IRR) sendiri.
Permintaan lain yang dianggap tak adil juga adalah pemerintah nantinya akan menyewa IKN ke Softbank.
" Nggak fair dong, nggak cincai dong,” ungkap Bahlil yang menegaskan pemerintah hanya akan menerima model investasi yang sama-sama menguntungkan.
Menurutnya tidak boleh pengusaha atau investor mengatur negara karena posisi idealnya adalah saling membutuhkan.
" Itu yang dalam bahasa saya, nggak boleh pengusaha itu mengatur negara. Negara yang mengatur pengusaha, tapi juga negara nggak boleh semena-mena ke pengusaha. Nggak boleh, karena kita saling membutuhkan." katanya.
Hengkangnya SoftBank dari proyek IKN sempat ramai dikabarkan pada Maret 2022. Meski keluar dari proyek di IKN, SoftBank memastikan tetap berkomitmen dan mendukung pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia.
SoftBank merupakan perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Tokyo, Jepang. SoftBank didirikan pada tahun 1981 oleh Chairman dan CEO SoftBank, Masayoshi Son.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam