Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: Spacenews
Dream - Setelah sukses menjalani penerbangan perdana di Gurun Mojave di California, Amerika Serikat, Sabtu 13 April 2019 lalu, pesawat terbesar di dunia Stratolaunch akhirnya siap dipasarkan.
Untuk membawa pesawat ini ke hanggar, si pembeli harus menyiapkan kocek dalam. Pembuatnya melepas dengan harganya selangit.
Pesawat putih yang dinamai Roc itu dibanderol dengan harga mencapai US$400 juta atau Rp 5,7 triliun.
Harga tersebut sudah termasuk kepemilikan, hak kekayaan intelektual, serta berbagai fasilitas.
Melansir CNBC, pesawat raksasa ini memiliki lebar sayap sepanjang lapangan sepak bola Amerika, dengan panjang 385 kaki (117 meter).

Stratolaunch diterbangkan dengan tenaga dari enam mesin di atas pesawat kembar.
Pesawat tersebut merupakan impian dari Paul Alen. Namun sayang Paul dia tak sempat melihat pesawat dengan bobot 500.000 pound tersebut mengudara karena meninggal di usia 65 tahun.
Stratolaunch System didirikan pada 2011, yang bertujuan untuk menciptakan pesawat yang bisa menjadi platform peluncuran seluler yang menyediakan akses mudah ke luar angkasa. Tujuan Stratolaunch adalah membawa kendaraan tinggi ke atmosfer, yakni di ketinggian 35.000 kaki, kemudian terbang lebih tinggi lagi.
Harga yang ditawarkan memang cukup tinggi, yakni Rp 5,7 triliun. Akan tetapi pembeli tidak akan mendapatkan sebuah pesawat, mereka juga mendapatkan hak kekayaan intelektual hingga fasilitas pesawat tersebut. Misalnya adalah hanggar dan tempat penyimpanan pesawatnya.
" Stratolaunch masih beroperasi. Kami akan memberikan update jika ada berita yang hendak dibagikan," kata juru bicara Stratolaunch Cecilya Moreno.
Hingga saat ini belum diketahui siapa yang akan membeli pesawat terbesar di dunia tersebut. Kemungkinan besar, jika ada yang membeli pesawat besar itu adalah perusahaan ruang angkasa komersial SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos.
(Sah, Sumber: CNBC)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam