Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan IHSG Sama-sama Perkasa Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Selasa 18 Juni 2019.
Dream - Investor asing berbalik arah dengan melancarkan aksi beli saham di pasar modal Indonesia. Aksi tersebut membuat sejumlah indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia langsung bergairah termasuk pasar modal syariah.
Tiga indeks acuan saham syariah di BEI berbalik menguat pada penutupan perdagangan harian, Selasa, 18 Juni 2019.
Sentimen positif juga datang dari prediksi pelaku pasar yang memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menutunkan suku bunga acuannya pada bulan ini. Serta sentimen positif dari bursa regional yang kembali bergerak naik.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan bergerak naik 1,669 poin (0,92%) ke level 182,450.
ISSI langsung tancap gas di sesi pembukaan perdagangan dengan menguat ke level 181,073. Hingga seluruh sesi perdagangan, ISSI bergerak menguat dengan level tertinggi dicetak di 182,455.
Penguatan juga diukir indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melompat 9,118 poin (1,38%) ke level 669,956.
Sementara indeks JII70 menanjak 3,049 poin (1,39%) ke level 222,236.
Kembalinya dana asing ke pasar modal Indonesia mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 66,805 poin (1,08%) ke level 6.257,330.
Total frekuensi perdagangan saham sekitar 455.102 kali dengan volume perdagangan 13,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun. Investor asing beli saham Rp 438,01 miliar di pasar regular.
Investor lebih suka membeli saham di sektor properti, keuangan, dan industri aneka. Indeks sektor properti meroket 3,38 persen, keuangan 1,41 persen, dan industri aneka 1,28 persen.
Pelemahan sektor pertambangan sebesar 0,67 persen dan industri dasar 0,15 persen tak mempengaruhi perdagangan.
Emiten berkode MKPI menjadi saham syariah pencetak top gainer. Harga sahamnya melesat Rp2.325. Penguatan harga saham ini diikuti oleh DUTI sebesar Rp930, UNVR Rp325, SMBR Rp195, dan UNIC Rp190.
Sebaliknya, harga saham BLTZ terkoreksi Rp1.150, BYAN Rp950, INTP Rp700, INAF Rp360, dan FIRE Rp255.
Pada pukul 16.15, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 30 poin (0,21%) ke level Rp14.355.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya